Cara Bersenggama Menurut Islam | Kitab Qurratul Uyun

Kitab Qurratul Uyun


۞ Adab Bersenggama menurut islam ۞

Syeikh Ibnu Yamun menjelaskan tentang tata cara seggama yg paling utama menurut Islam :
“Kemudian suami naik ke atas (tubuh) istrinya secara berlahan lahan sambil mengangkat kedua kakinya, maka jagalah penjelasanku ini”
“Sambil mengangkat/mengganjal pantat (istri) dengan bantal dan merendahkan kepala (istri), maka jagalah faedah fedah ini”.
Ibnu Yamun menjelaskan, sesungguhnya pengantin laki laki (suami) jika telah menyelesaikan bacaan bacaan yg telah dijelaskan dibagian terdahulu, hendaklah ia meneruskan untuk memperoleh apa yg telah Allah Swt halalkan atasnya. Kemudian sang istri membaringkan tubuhnya di atas kasur yg basah(yg diberi minyak wangi), dan kemudian suami naik keatas tubuh istrinya dan hendaklah kepala istrinya itu lebih rendah dan diangkat/diganjal pantat istrinya dengan bantal.
Dan ini adalah cara yg dijelaskan oleh Ibnu Yamun dan cara ini adalah cara yg paling nikmat dalam berseggama. Sebagai mana berkata akan hal itu Syaikh Ar Razi, dan tata cara seggama seperti itu adalah tata cara yg dipilih oleh ahli fiqih dan kedokteran. Kemudian Ibnu Yamun meneruskan penjelasan dengan ucapannya:
“Dengan menyebut asma Allah, maka ambillah penjelasanku ini dengan memohon agar di jauhkan dari godaan setan”
Bahwasanya disunahkan bagi yg hendak berseggama, hedaklah ia menyebut nama Allah ta’ala, dan juga hendaklah ia bedoa dengan doa yg terdapat didalam kitab shahih bukharari: 
BISMILLAHI ALLOHUMMA JANNIBNASSAYTOONA WAJANNIBISSAYTOONA MAA ROZAQTANA
“Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah setan dari kami, dan jauhkanlah setan dari sesuatu yg telah engkau rizqikan kepada kami”.
Maka sesungguhnya, apabila dari persenggaman itu Allah takdirkan lahirnya anak, maka setan tidak akan mampu mencelakakan/menjerumuskan anak itu. Dan berkata (Imam Qhozali di dalam kitab Ihya Ulumuddin: “Disunahkan bagi yg hendak seggama, hendaklah ia memulai dengan membaca basmalah, kemudian membaca surat Al Ikhlas dengan tidak membaca takbir dan tahlil, kemudian ia membaca doa: 
BISMILLAHILALIYIL ADZIMI. ALLOHUMMA’JALHAA ZURRIYYATAN TOYYIBATAN IN KUNTA QODDARTA AN TAKHRUJA DZAALIKA MIN SULBI. 
“Dengan menyebut nama Alloh yg maha besar lagi agung. Ya Alloh, jadikanlah istriku ini penyebab adanya turunanku yg baik, apabila engkau memastikan turunan itu keluar dari tulang rusukku”.
Dan didalam kitab Al Qosthalani, dari Mujahid, disebutkan bahwasanya orang yg bersenggama dan tidak menyebut nama Allah, maka setan akan ikut masuk melalui lubang zakar dan ia pun akan ikut bersenggama bersamanya.
Dan didalam kitab Ruhul Bayan, dari Ja’far Bin Muhammad, di sebutkan, bahwa setan duduk di atas zakar seorang laki laki (suami) apabila ia tidak membaca basmallah dan langsung bersenggama bersama istrinya, maka setan akan menggeluarkan air maninya ke dalam farji sang istri sebagai mana suami menggeluarkan air maninya.
Kemudian Ibnu Yamun menjelaskan hal hal yg berkaitan dengan cara cara yg telah disebutkan diatas(bersenggama), dengan ucapannya:
“Dan gerakanlah bibir vagina, dan jaganlah kamu perduli # dan teruskanlah, janganlah engkau cabut (zakar) sampai ejakulasi”.
“Dan angkatlah wahai kawan pinggul istrimu, maka kau akan menemukan # kenikmatan yg begitu nikmat, maka gunakanlah cara cara ini”.
Maka Ibnu Yamun menjelaskan, bahwasanya disarankan bagi seorang suami, ketika akan melakukan senggama, hendaklah ia memegang zakarnya dengan tangan kiri dan mengusap ngusap kepala zakarnya di atas bibir vagina, kemudian zakarnya tsb di masukan kedalam vagina, dan janganlah ia mencabut zakarnya, sebelum ejakulasi. Dan ketika ia sudah merasakan akan ejakulasi, maka hendaklah ia memasukan tangannya kebawah pinggul istrinya, kemudian ia angkat pinggul istrinya tsb. Maka sesungguhnya suami istri akan merasakan kenikmatan yang sangat besar yg tidak akan bisa di sifati/di gambarkan rasa nikmat tsb. Dan berkata penyusun kitab Al Idhah, “Dan cara bersenggama yg membuat istri merasakan kenikmatan adalah, hendaklah sang istri tidur berbaring, kemudian sang suami menelungkupkan tubuhnya di atas tubuh istrinya dalam keadaan kepala lebih rendah dari pada pantatnya. Dengan cara sang suami mengganjal pantat istrinya dengan bantal.
Kemudian suami memegang kepala zakarnya seraya mengusap ngusapkannya kebibir vagina istri. Kemudian lakukanlah apa yang di kehendakinya setelah itu. Maka apabila ia sudah merasakan akan keluar air mani (ejakulasi), maka suami memasukan tangannya kebawah pantat istrinya dan mengangkatnya agar lebih keatas. Maka sesungguhnya suami dan istri akan merasakan kenikmatan yg sangat besar yg tidak bisa di sifatkan/di gambarkan oleh siapapun.”
DUA PERINGATAN
Peringatan yang pertama: Telah berkata Syaidi Umar bin Abdil wahab: “Hendaklah bagi orang yg ingin menjima’ istrinya yg masih perawan, jangan sampai ia mencabut zakarnya (mengeluarkan air maninya di luar) dari istrinya tsb, sebagai mana yg biasa dilakukan oleh orang orang bodoh. Dan hendaklah ia memasukan air maninya tsb kedalam rahim istrinya, mudah mudahan saja Alloh menjadikan dari air mani tsb turunan yg dapat bermanfaat baginya.
Dan bisa saja jima’nya tsb menjadi jima’ yg terakhir baginya bersama istrinya, karena tidak ada seorangpun yg selamat dari kematian.
Peringatan yang kedua: Bagi seorang istri, hendaklah ia menjepit zakar suaminya tsb dengan vaginanya ketika suaminya keluar air mani dengan jepitan yg kuat. karena hal tsb dapat membuat suami merasakan kenikmatan yg begitu besar.
…………….Dan janganlah # kamu mengeraskan firman Alloh taala dengan sengaja.”
lafaz ALHAMDULILLAH yang berasal dari Alqur’an # sampai kepada lafaz QODIRON, maka ambillah penjelasanku ini.”
Bahwasanya disunahkan bagi seorang suami ketika hendak keluar air mani, hendaklah ia membaca firman Alloh taala secara pelan pelan :
الحمد الله االذي خلق من الماء بشرا فجعله نسبا و صهرا وكان رّبك قديرا
“ALHAMDULILLAHILLADZI KHOLAQO MINAL MAAI BASYARON FAJAALAHU NASABAN WA SIHRON WAKAANA ROBBUKA QODIIRON”
“Segala puji bagi Alloh yg telah menjadikan dari air mani manusia, maka ia menjadikan manusia itu beranak pinak, dan adalah Tuhanmu itu maha kuasa.”
Dan berkata Iman Al Qhozali didalam kitab Al Ihya Ulumuddin :”Dan apabila kau telah merasakan akan keluar air mani maka bacalah didalam hatimu dan gerakkanlah bibirmu :
الحمد الله االذي خلق من الماء بشرا فجعله نسبا و صهرا وكان رّبك قدير
diteruskan dengan membaca
اللهم ان كنت خلقت خلقا في بطن هذه المراة فكونه ذكرا وسمه احمد بحق محمد رب لاتذرني فردا وات خير الوارثين
“ALLOHUMMA INKUNTA KHOLAQTA KHOLQON FI BATHNI HADZIHILMARATI FAKAWINHU DZAKARON WASAMMAH AHMADA BIHAQQI MUHAMMADIN, ROBBI LAA TAZARNI FARDAN WAANTA KHOIRULWARISIIN”
“Ya Alloh bila Kau ciptakan seorang makhluk dari perut wanita ini, maka jadikanlah ia seorang laki laki, dan namakanlah ia Ahmad, dengan haknya Nabi Muhammad saw. Wahai Tuhanku janganlah Kau biarkan Aku sendiri, dan Kau adalah sebaik baiknya Dzat yg memberi warisan.”
Seterusnya Ibnu Yamun menjelaskan hal hal yg berkaitan dengan senggama, dengan ucapannya :
“Apabila kamu keluar mani/ejakulasi lebih dahulu dari istrimu, maka janganlah # kamu mencabut zakarmu, dan sebaliknya bila istri yg lebih dahulu keluar, maka cepat cepatlahlah kamu mencabut zakarmu.”
Ibnu Yamun menjelaskan, bahwasanya bila seorang suami lebih dahulu keluar mani dari istrinya,
maka di anjurkan bagi suami jangan mencabut zakarnya sampai istrinya keluar air maninya, karena hal tsb merupakan sunnah. Di dalam suatu hadis di sebutkan :
“Buatlah mereka (para istri) ridho, maka sesungguhnya keridhoan mereka berada di farji farji mereka.”
Dan di hadis lain dijelaskan; “Syahwat itu ada 10 bagian, 9 bagian untuk wanita, dan 1 bagian untuk pria. Hanya saja Alloh telah menutupi kaum wanita dengan sifat malu.”
Dan sesungguhnya seorang istri, bila ia lebih dahulu keluar mani dari suaminya, maka di anjurkan bagi sang suami untuk segera mencabut zakarnya, karena bila ia tidak lekas mencabut zakarnya, maka sang istri akan merasakan sakit.” Kemudian Ibnu yamun menjelaskan tanda tanda keluar maninya seorang wanita, dengan ucapannya: 
“Tanda tanda keluar maninya seorang wanita, wahai pemuda # keningnya berkeringat dan dekapannya bertambah kuat.”
Ibnu Yamun menjelaskan, bahwasanya tanda tanda keluar maninya seorang wanita itu adalah, keningnya berkeringat dan dekapannya kepada suaminya bertambah kuat, dan sebagian dari tanda tanda yg lain adalah lemas persendiannya, dan ia malu untuk memandang suaminya dan terkadag bisa membuat ia gemertar. Seterusnya Ibnu Yamun berkata:
“Berkumpulnya air mani itu dapat menyebabkan rasa kasih sayang # Dan berpisahnyaair mani itu dapat mendatangkan pertengkaran.”
Bahwasanya berkumpulnya air mani laki laki dan air mani perempuan itu dapat menyebabkan bertambahnya rasa cinta, dan sebaliknya (apabila tidak berkumpulnya air mani), dapat menyebabkan pertengkaran dan perceraian.
Dan berkata pengarang kitab Al Aidoh:”Dan apabila bertemu/berkumpul air mani suami istri didalam satu waktu, maka adalah hal tersebut puncak daripada kenikmatan, kasih sayang, kelemah lembutan dan rasa cinta. Dan apabila berbeda (berkumpulnya tidak barsamaan) walaupun hanya sebentar saja, maka kenikmatan dan rasa cintapun akan berkurang. dan apabila jaraknya jauh (dlm arti antara suami dan istri keluar maninya saling berjauhan jaraknya), maka alangkah dekatnya pertengkaran antara mereka berdua, dan alangkah cepatnya perceraian diantara mereka berdua.”