13 Manfaat Sholat Berjamaah Di Masjid, Dan Di Awal Waktu | Kajian Islam

Shalat bisa menambah energi disela-sela aktivitas, shalat lah yang membuat rezeki menjadi berkah, shalat lah yang bisa meningkatkan konsentrasi dan membuat kondisi tubuh tetap terjaga dibandingkan dengan minum kopi atau makanan minuman lainnya.

Untuk itu shalatlah diawal waktu dan usahakan Berjamaah, untuk laki-laki MASJID adalah tempat sholat wajib mu.

13 Keutamaan dan Pahala Shalat Berjamaah di Masjid :


1. Pahala Langkah Kaki
“Seorang yang berjalan ke mesjid, maka tiap langkah kakinya akan diberikan satu pahala, dihapuskan satu dosa, dan dinaikan satu derajat oleh ALLAH SWT” (HR.Ibnu Majah & Muslim)

Maka dari itu pada saat hendak pergi dan pulang dari masjid disunnahkan untuk mengambil jalan yang berbeda, tidak menggunakan jalan yang sama.

Hal tersebut juga sangat berpengaruh terhadap otak manusia yang mencoba hal baru guna meningkatkan kreativitas secara tidak langsung.

2. Pahala Menunggu Waktu Shalat
Banyak diantara kita yang berangkat ke masjid yang on-time atau pas adzan baru berangkat dengan alasan ada aktivitas yang nanggung atau biar efisien waktu nya. Tapi yang luar biasanya ternyata,

Ketika kita datang lebih awal ke mesjid untuk menunggu datangnya waktu shalat, kita sebenarnya mendapatkan pahala yang besar, dan sebaiknya gunakan waktu menunggu itu untuk berdzikir dan sekalian beristirahat dari pada nongkrong diwarung pada sesaat sebelum datangnya waktu shalat.

“Orang yang menunggu shalat dimesjid akan diberi pahala seperti shalat” (HR.Bukhari)

Hadist tersebut mengatakan jika kita menunggu waktu datangnya shalat dimesjid maka waktu menunggu nya tersebut akan diberi pahala seperti pahala shalat. Coab lakukanlah, dan rasakan manfaatnya, dan yang terpenting itu adalah sunnah.



3. Di do’akan oleh Malaikat

Malaikat pun berdoa “Ya Allah ampunilah dia, Ya Allah ampunilah dia” tanpa henti sampai waktu shalat tiba. Malaikat akan berdoa seperti itu kepada orang-orang yang menunggu datangnya waktu shalat berjamaah di masjid.

4. Mendapat Perlindungan pada Hari Kiamat

“Ada tujuh golongan yang dinaungi kelak. Dan satunya adalah orang yang hatinya terpaut dengan masjid. Seorang pemuda yang hatinya terikat dengan masjid, orang-orang itulah yang akan mendapatkan perlindungan dari Allah saat kiamat kelak” (HR. Bukhari)

5. Doa Malaikat untuk shaf pertama

Tentunya jika kita datang lebih awal ke mesjid untuk shalat berjamaah, kita akan mendapatkan keuntungan yang lebih salah satunya mendapatkan shaf pertama, sebagaimana disebutkan :

“Sesungguhnya para Malaikat memberikan sholawat kepada orang-orang yang berada di shaf pertama” (HR. Ibnu Hibban)

Menanggapi sabda Beliau (Rasulullah SAW) , para sahabat bertanya , “Apakah juga kepada orang-orang yang berada di shaf kedua wahai Rasulullah ?”
Kemudian Rasulullah berkata , “Juga kepada orang-orang di shaf kedua .”

(HR. Ahmad dan Ath Thabrani, dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

6. 119 Pahala Dan Subuh

Ciri orang munafik salah satunya adalah tidak bisa melaksanakan shalat subuh berjamaah.

Keutamaan Shalat Berjamaah pada waktu subuh itu akan mendapatkan pahala sebanyak 119 kali dibandingkan Shalat Munfarid. sebagaimana hadist menyebutkan,

“Seseorang yang melaksanakan shalat subuh berjamaah, maka orang itu akan mendapatkan pahala 119 kali dibanding shalat sendiri” (HR. Muslim)

7. 59 Pahala Dan Isya 

Tidak melaksanakan shalat isya merupakan salah satu dari sekian banyak ciri orang munafik, karena pada waktu ini orang munafik akan menyepelekan shalat isya dikarenakn waktu isya yang sangat panjang dan waktu ini pula orang mulai beristirahat.
Padahal seberapa panjang waktu shalat tersebut, umur manusia tidak ada yang tau, maut bisa datang kapan saja. sebagaimana hadist mengungkapkan seberapa besar pahala shalat berjamaah isya. 

“Seseorang yang melaksanakan shalat isya berjamaah , maka dia akan mendapatkan pahala 59 kali lipat” (HR. Muslim)

8. Dzuhur, Ashar , Magrib dan 27 Pahala

Kalau shalat dzuhur jamaah , ashar jamaah, dan magrib jamaah masing-masing dilipatk gandakan 27 kali kalau kita laksanakan secara jamaah (HR. Muslim)

9. Pahala shalat berjamaah ketika sakit

Sakit merupakan anugerah, nikmat dan sekaligus ujian, dari Allah kepada Hambanya, agar selalu bersyukur terhadap nikmatnya sehat, agar ketika diberi kesehatan itu dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kebaikan dan menjalankan perintah Allah.
Diantaranya shalat berjamaah di mesjid , akan tetapi bagi orang yang sakit akan diberikan pahala yang sama seperti orang shalat berjamaah di mesjid apabila orang tersebut melaksanakan shalat saat sakit secara munfarid.
Dengan Syarat , orang tersebut selama sehat selalu melaksanakan shalat berjamaah di masjid. sebagaimana hadist riwayat mengungkapkan :

“Ketika sakit dan tidak bisa ke mesjid (padahal setiap terbiasa ke masjid). Pada saat kita tidak ke masjid dan shalat di rumah, kita akan dapat pahala yang sama seperti waktu shalat di masjid” (HR. Abu Daud)

10. Terhindar dari sifat munafik

Orang munafik itu menyepelekan shalat berjamaah di masjid, kenapa? karena Allah memperbolehkan shalat munfarid, dan dengan persepsi orang munafik pula shalat bisa dilakukan dirumah, apalagi laki-laki, tempat shalat nya seorang laki-laki itu di mesjid, bukan dirumah.
Adapula tanda orang munafik lainnya ialah dilihat pada shalat subuh dan isya nya, sebagai mana hadist berikut,

“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang munafiq dari pada shalat subuh dan isya. Seandainya mereka tahu nilai yang terkandung didalam kedua shalat itu , pastilah mereka mendatangi (MASJID tempat) kedua shalat itu meskipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari)

11. Jadi Sebab diampuninya dosa oleh ALLAH SWT

Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW :

“Jika imam mengucapkan “Ghoiril maghdhubi’alaihim waladhdholliin”, maka ucapkan “amin” karena sesungguhnya siapa yang mengucapkan “amin” bersamaan dengan ucapan malaikat maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Hadist lain pun menyebutkan ,

“Barangsiapa yang berwudhu untuk shalat dan menyempurnakan wudhunya, lalu berjalan untuk menunaikan shalat dan ia shalat bersama manusia atau berjama’ah atau di dalam masjid , maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya.”


12. Disiplin dan akhlak mulia

Keutamaan shalat berjamaah di masjid mengajarkan manusia untuk disiplin, baik disiplin waktu atau pun disiplin prilaku, misalnya disiplin tepat waktu dalam waktu sholat atau disiplin pada tata cara gerakan shalat nya itu sendiri.
Jika kita shalat berjamaah kita akan disiplin mengikuti gerakan imam dan tidak mendahuluinya. Hal ini melatih kedisiplinan dalam menghilangkan ego, perbedaan dan dengan penuh kerendahan hati , taat pada pemimpinnya, yaitu imam.

13. Muncul dan tumbuh persaudaraan, kasih sayang, merata dan persamaan

Jika manusia bertemu 5kali dalam satu hari , tentunya akan menumbuhkan kasih sayang diantara sesama muslim. dan apabila suatu waktu ada saudara sesama muslim yang biasa berjamaah tapi kemudian beberapa waktu tidak terlihat di masjid.
Maka akan orang tersebut akan dicari kemanakah dan menjadi pertanyaan, apakah dia sakit? apakah dia sedang tertimpa musibah? kenapa dia tidak terlihat berjamaah lagi? pertanyaan tersebut akan muncul dengan tidak disengaja.
Jika jawabannya adalah orang tersebut sedang sakit, maka orang tersebut akan dijenguk oleh saudara muslim lain yang mencarinya dan mendoakannya sesudah salah berjamaah.


Keutamaan‬‬ Sholat Berjamaah Dan Diawal Waktu

‪ Dari Abu Hurairah (Abdurrahman bin Shaher) r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, “Shalat berjama’ah pahalanya melebihi shalat sendirian baik di tempat pekerjaan atau di rumah, dua puluh lima derajat. Yang demikian itu karena jika seseorang telah menyempurnakan wudhu kemudian pergi ke masjid tanpa tujuan lain selain shalat maka tidak bertindak selangkah melainkan diangkat sederajat dan dihapuskan daripadanya satu dosa hingga masuk ke masjid. Apabila telah berada di dalam masjid maka ia dianggap mengerjakan shalat selama ia masih menantikan shalat (selama bertahan karena menunggu shalat) dan Malaikat memohonkan rahmat atau mendoakan seseorang selama ia dalam majelis shalatnya. Malaikat berdoa, Ya Allah, kasihanilah dia; ya Allah, ampunilah dia; ya Allah, maafkanlah dia. Demikian itu selama ia tidak mengganggu dan belum berhadats di tempat itu.” (Bukhari – Muslim)