Adab Terhadap Orang Tua | Kajian Islam



Renungan 
Orang tua adalah penyebab perwujudan kita, Seandainya mereka tidak ada, kita pun tidak akan pernah ada. Kita tahu bahwa perwujudan itu disertai dengan kebaikan dan kenikmatan yang tak terhingga banyaknya, ditambah berbagai rezeki yang kita peroleh dan kedudukan yang kita raih.
Orang tua selalu mengerahkan segenap jerih payah mereka untuk kita dan selalu melindungi mereka dari bahaya. Mereka bersedia kurang tidur agar kita bisa beristirahat. Mereka memberikan kesenangan-kesenangan kepada kita yang tidak bisa kita raih sendiri. Mereka memikul berbagai penderitaan dan harus berkorban dalam bentuk yang sulit kita bayangkan.

Dengan pengorbanan mereka yang tulus dan ikhlas, mungkinkan kita tega dan berani menghardik kepada orang tua dan berbuat buruk kepada mereka, hal tersebut tidak mungkin terjadi kecuali dari jiwa bengis dan kotor, penuh dosa, serta tidak bisa diharapkan menjadi baik.
Demikian juga seorang Guru yang merupakan orang berjasa terhadap seorang murid, Dengan kata lain, guru merupakan orang tua di rumah, sehingga Akhlakul Karimah terhadap guru perlu diterapkan sebagaimana akhlak kita terhadap orang tua, Dengan berbakti kepada orang tua dan guru akan membentuk pribadi yang saleh dan salihah.

Adab Kepada Orang Tua

Orang tua merupakan orang yang secara jasmani menjadi asal keturunan anak. Seorang anak kandung merupakan bagian dari darah daging orang tuanya, Sehingga apa Yang dirasakan anak kandung juga dirasakan orang tua nya begitu pula sebaliknya. Perhatikan Firman Allah Swt, berikut!
“Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan, dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar diantara Silvi (tulang punggung) dan taraib (tulang dada)”. (Q.S At-Tariq, 86: 5-7)
Secara kodrati setiap orang tua akan menyayangi dan mencintai anaknya. Kasih sayang itu mulai dicurahkan sejak anak dalam kandungan sampai ia lahir kemudian menyusuinya, bahkan sampai usia dewasa. Seorang anak dikandungan ibunya kurang lebih sembilan bulan 10 hari dengan penuh kepayahan dan kesusahan. Namun, di balik kepayahan dan kesusahan itu tersimpan rasa kebanggaan dan kebahagiaan dari seorang ibu.  Dia tidak pernah bosan dan kesal atas kandungnya. Setelah lahir ibu menyusui selama dua tahun, sedangkan sang ayah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan ibu dan anaknya. Setelah berpisah dari susuan, orang tua bertanggung jawab merawat dan memperhatikan pertumbuhan jasmani maupun rohani ya dengan harapan nanti dapat menjadi anak yang saleh dan salihah yang nantinya mau mendoakan orang tuanya. Segala pengorbanan orang tua tidak mengharapkan balas jasa dari anaknya.
“Atas dasar itulah diantaranya mengapa anak harus berbakti kepada orang tuanya baik ketika masih hidup ataupun setelah meninggal”.