Pengertian Takabur, 3 Golongan Orang takabur, Bahaya Takabur

Manusia diciptakan oleh Allah SWT, dengan bentuk sebaik-baiknya. Apabila dibandingkan dengan makhluk-makhluk lain di dunia ini, manusia merupakan makhluk yang paling baik bentuknya dan paling sempurna karena mempunyai akal. Apabila dibandingkan antara sesama manusia sendiri, maka di antara mereka ada kekurangan dan kelebihan. Tidak ada manusia yang paling Sempurna apabila dibandingkan dengan yang lain. Oleh karenanya, Allah Swt. Melarang manusia berlaku sombong karena dibalik kelebihan yang dimiliki, dia Juga Mempunyai kekurangan. Apabila kelebihan yang dimiliki oleh manusia adalah pemberian Allah Swt.



Pengertian Takabur
Takabur artinya angkoh(sombong). Sombong berangkali sama tuanya dengan peradaban manusia. Iblis dikutuk dan dikeluarkan dari surga juga karena sombong. Ia menolak bersujud kepada Adam a,s Allah Swt. Berfirman;

Takabur sering didefinisikan dengan rasa kagum terhadap diri sendiri, sikap suka membangga-banggakan diri, membesar-besarkan, dan membusungkan dada. Oleh karena itu kekaguman pada potensi dirinya, akibatnya membuahkan sikap arogan, pongah, dan angkuh, terhadap orang lain. Takabur merupakan kondisi kejiwaan seseorang yang merasa memiliki kelebihan dan kenyataannya sehingga mendorongnya untuk melecehkan orang lain. Takabur lahir karena terlalu cinta diri sendiri dan merasa tidak ada kekurangan dalam dirinya. Perilaku takabur meliputi merasa diri lebih besar dari kenyataan, meremehkan orang lain, dan tidak mengakui hak orang lain.

Orang yang takabur disebut mutakabbir. Orang yang takabur percaya bahwa dialah satu-satunya pemilik, kebenaran, yang karenanya tidak ada kebenaran lain di luar dirinya. Ia tidak mempan terhadap inovasi, saran dan kritik orang lain sehingga selalu meremehkan sesama, Sebagaimana Nabi Saw, bersabda.
“Sesungguhnya takabur adalah mencampakkan kebenaran dan merendahkan manusia” (H.R Thabrani).

Sifat Sombong Juga bisa menimpa ahli ibadah, Sosok yang secara dhahir wara’, Zuhud bertahajjud setiap hari, berpuasa Senin-Kamis, rawatibnnya tidak pernah tertinggal, karena salatnya rajin sekali sehingga jidatnya hitam. Namun, ternyata ia tergoda untuk menganggap dirinya orang paling suci paling baik dan paling takwa. Orang lain di anggap tidak ada apa-apanya dibandingkan dia.

Rasa sombong juga dapat menghinggapi ilmuan. Ilmunya setinggi langit titelnya profesor doktor, hafal Al-Qur’an, dapat berbicara dalam banyak bahasa, Akan tetapi, Ia tidak sabar untuk menahan dirinya merasa lebih baik dari masyarakatnya. Seorang bangsawan, karena merasa berasal dari keturunan yang bukan bangsawan. Dapat menurunkan derajat, katanya. Tidak peduli, yang dianggap sebagai tidak selevel itu sosok berilmu sekalipun.


Perilaku Takabur terbagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.
1. Takabur terhadap Allah Swt.
Bentuk takabur terhadap Allah Swt, adalah melecehkan perintah-perintah Allah Swt, misalnya dengan mengatakan “buat apa salat, menghambat kerja saja” Jika kita belum bisa melaksanakan perintah-perintah-Nya. Jangan sekali kali mengatakan hal seperti ini, baik dengan ucapan maupun dengan hati. Apabila kita takabur kepada Allah Swt, berarti kita merasa lebih tahu dari Allah yang maha serba tahu.

2. Takabur terhadap manusia
Bentuk-bentuk pelecehan terhadap manusia seperti pelecehan seksual, pelecehan pelecehan terhadap hukum, Meremehkan orang lain, dan sebaginya adalah bentuk-bentuk takabur kepada manusia. Begitu juga dengan melecehkan jabatan tertentu adalah termasuk takabur Juga. Seperti yang seharusnya adalah tempat duduk presiden, kita duduki. Berpakaian rapi ketika mengunjungi teman, sahabat, atau dalam rangka bisnis, adalah upaya kita menghargai orang lain .


3. Takabur terhadap binatang
Kepada Binatangpun kita harus menghormati, Jangan sekali-kali kita takabur kepada mereka. Seperti perbuatan memanggil-manggil kucing dengan maksud seolah-olah ada makanan. Ini termasuk pelecehan terhadap hewan, karena hewan dipanggil-panggil mengira akan diberikan makanan. Oleh karena itu kata Nabi apabila kita ingin memotong hewan, pertajam dan asah dulu pisaunya agar sesingkat mungkin binatang yang kita sembelih merasa sakit.

Macam-macam dan sasaran Takabur
Takabur dapat digolongkan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
1. Takabur batin
Takabur batin yaitu sifat dalam jiwa yang tidak terlihat dan melekat dalam hati. Seperti, sifat merasa besar dan merasa lebih pandai.

2. Takabur Lahir
Takabur lahir ialah perbuatan dan tingkah laku yang dapat dilihat seperti merendahkan dan menyepelekan orang lain. Takabur lahir ini sebetulnya merupakan perwujudan sikap dari takabur batin.