Penjelasan, Macam-macam, Kekerasan | Kajian Islam


Bahaya Perilaku tindak Kekerasan
Jika mendengar berita kriminal tentang seseorang anak tega Membunuh orang tuanya, seorang membunuh anggota keluarganya  karena warisan atau berita-berita kriminal lainya, membuat hati kita miris, Kadang kita berpikir, mengapa tega? Apa yang mereka pikirkan? Apakah mereka tidak berpikir akibat yang akan mereka peroleh di dunia ataupun di akhirat? Dalam ajaran Islam disebutkan “Orang yang membunuh satu orang yang tidak bersalah sama saja membunuh semua manusia”.
Semua itu terjadi karena masih ada manusia Yang lebih menyukai aksi kekerasaan dan menyelesaikan persoalan dan memaksa kehendak mereka, manusia lebih mencintai harta dan dunia dari pada akhirat. nauzubillah minzalik.
Jika manusia selalu berpegang teguh pada agama dan saling menyayangi antar sesama manusia akan dapat hidup berdampingan dengan tenang.
A. Definisi Dan Macam-macam Kekerasan

1. Definisi Kekerasan
Kekerasan sudah terjadi sejak zaman nabi. Dalam agama samawi, kisah tentang pembunuhan Kabil atas Habil merupakan bukti bahwa tindak kekerasan telah ada sejak awal penciptaan manusia, terlepas dari kekerasan itu legal atau tidak. Adanya paradoks dalam melihat berbagai fenomena tindak kekerasan dalam budaya kontemporer, menyebabkan kekerasan dianggap sebagai suatu yang buruk. Namun disisi lain, Justru kekerasan dianggap sebagai objek menarik untuk diperaktikan. Dengan kata lain, banyak orang membenci tindak kekerasan, tetapi pada waktu yang sama Justru banyak pula dari pembenci tersebut memperaktikan tindakan kekerasan, walaupun dengan kemasan yang berbeda. Secara teoritis mereka menolak praktik kekerasan, tetapi secara praktis mereka tidak dapat menolaknya, bahkan terkadang mereka sering melakukannya, Sebagai contoh, sering kita Jumpai seorang ibu akan membenci tindaka pembunuhan karena hal itu termasuk bentuk tindak kekerasan, Namun, ternyata ibu itu pun terkadang melakukan pemukulan terhadap anaknya karena kesalahan yang remeh, padahal membunuh dan memukul keduanya adalah bentuk dari tindakan kekerasan, walaupun dengan kadar yang berbeda.
Dari sisi bahasa dan dari terminologi, penggunaan kata kekerasan yang dalam bahasa Arab sering disebut dengan Khusyunat. Dalam bahasa Inggris berarti violence sering diartikan dengan ” suatu tindakan yang bersandar pada penggunaan ketegasan ekstra” Sebagian lagi mendefinisikan sebagai “Perilaku yang bertentangan dengan kelembutan dan sesuatu yang natural”. 

Jadi pada intinya Kekerasan Adalah
Kekerasan merupakan tindakan agresi dan pelanggaran (penyiksaan, pemukulan, pemerkosaan, dan lain-lain) yang menyebabkan atau dimaksudkan untuk menyebabkan penderitaan atau menyakiti orang lain, dan hingga batas tertentu tindakan menyakiti binatang dapat dianggap sebagai kekerasan, tergantung pada situasi dan nilai-nilai sosial yang terkait dengan kekejaman terhadap binatang. Istilah “kekerasan” juga mengandung kecenderungan agresif untuk melakukan perilaku yang merusak. Kerusakan harta benda biasanya dianggap masalah kecil dibandingkan dengan kekerasan terhadap orang.
2. Macam-macam Kekerasan
Tidak dipungkiri tindak kekerasan sering terjadi dalam kehidupan masyarakat. Tindak kekerasan seolah-olah telah melekat dalam diri seseorang guna mencapai tujuan hidupnya. Tidak mengherankan jika semakin hari kekerasan semakin meningkat dalam berbagai macam dan bentuk.
Para ahli berusaha mengklarifikasikan bentuk dan Jenis kekerasan menjadi dua macam Yaitu: 


a. Berdasarkan Bentuknya


1) Kekerasan Fisik
, adalah kekerasan nyata dan dapat dilihat, dirasakan oleh tubuh. Wujud kekerasan fisik berupa penghilangan kesehatan atau kemampuan normal tubuh, sampai pada penghilangan nyawa seseorang, Contohnya penganiyaan, pemukulan, dan pembunuhan.

2) Kekerasan Psikologi
, adalah kekerasan yang memiliki sasaran pada rohani atau jiwa sehingga dapat mengurangi, bahkan menghilangkan kemampuan normal jiwa, contohnya kebohongan, indoktrinasi, ancaman dan tekanan.

3) kekerasan Struktural
, adalah kekerasan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dengan menggunakan sistem, hukum, ekonomi, atau tata kebiasaan yang ada di masyarakat. Oleh karena itu, kekerasan ini sulit untuk dikenali. Kekerasan struktural yang terjadi menimbulkan ketimpangan-ketimpangan pada sumber daya, pendidika, pendapatan, keadilan, serta wewenang untuk mengambil keputusan, Situasi ini dapat memengaruhi fisik dan jiwa seseorang. Biasanya negaralah yang bertanggung jawab untuk mengatur.
b. Berdasarkan Pelakunya

1) kekerasan Individual
, adalah kekerasan yang dilakukan oleh individu kepada satu atau lebih individu, contohnya pencurian, pemukulan, dan penganiyaan.

2) Kekerasan Kolektif
, adalah kekerasan yang dilakukan oleh banyak individu atau masa contohnya tawuran pelajar, bentrokan antar desa konflik Sampit dan Poso.
B. Faktor-faktor Penyebab Melakukan Tindakan Kekerasan

Ditinjau dari sudut pandang syariat Islam tindakan brutal, anarkis, dan kekerasan yang di haramkan itu muncul kepermukaan disebabkan oleh beberapa faktor pendorong antara lain sebagai berikut.

1) Kurangnya Pengetahuan Tentang Islam

Masih banyak orang yang Jahil (bodoh) terhadap syariat Islam sehingga mereka  kurang memahami tentang perintah-perintah yang wajib dilaksanakan dan larangan-larangan yang harus di jauhi dan ditinggalkan.
Banyak orang yang mengatasnamakan Agama tetapi merusak dan merugikan orang lain, misalnya tindakan terorisme, perusakan hutan, dan pengerukan sumber daya alam. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan pemahaman agama seseorang. Sebagaimana firman Allah Swt. Dalam Al-Qur’an surah Al-Anbiya ayat 107 berikut.

2) Ahklak Yang Tercela
Setiap perilaku, tindakan, dan ulah dari seseorang yang tampak dipermukaan adalah gambaran dan akhlaknya, Apabila perilaku, tindakan, dan sikap keseharian seseorang yang patut dibanggakan itu adalah implementasi dari baiknya akhlaknya, Begitu Juga sebaliknya.
3) Hilangnya  Rasa Kasih Sayang
Telah hilangnya rasa kasih sayang dan sifat kelembutan dalam diri seseorang menyebabkan lahirnya tindakan kekerasan dan penganiyaan serta melakukan perbuatan-perbuatan yang merusak serta menimbulkan kerugian dan penderitaan kepada orang lain. Padahal Islam telah mensyariatkan perlunya manusia itu bersifat lemah lembut kepada sesama dan saling berkasih sayang.


4) Hilangnya Rasa Malu

Hilangnya rasa malu dalam diri seseorang menjadikan dirinya tanpa segan dan malu berbuat seenaknya tanpa mempertimbangkan harkat dan harga diri sesama manusia dengan melakukan tindakan dan aksi kekerasaan. Tidak adanya rasa malu, maka seseorang dengan kesombongannya dan keangkuhannya melakukan berbagai tindakan yang menyebabkan kerugian dan penderitaan bagi orang atau pihak orang lain.


5) Hilangnya Kesabaran

Perilaku kebanyakan orang yang bersikap anarkis, berbuat terhadap orang lain dengan kekerasan dan aniaya, menyerang, serta berbuat kerusakan dan memusnahkan harta benda terhadap orang lain sebagaimana yang banyak dilakukan di berbagai tempat tidak lain adalah karena tidak adanya rasa sabar dalam diri mereka.
C. Cara Menghindari Diri dari Tindakan Kekerasan

Pada hakikatnya perilaku tindakan kekerasan terjadi karena ada sesuatu hal yang menjadi penyebabnya, seperti tersakiti, tidak mendapat keadilan, benci yang mendalam, dan terlalu frustasi. semua penyebab terjadinya tindak kekerasan tersebut adalah penyakit hati disebabkan oleh hawa nafsu. Oleh karena itu, usaha yang dapat dilakukan untuk menghindarkan diri dari tindak kekerasan, yaitu harus berasal dari dorongan hati orang tersebut serta mengikuti langkah-langkah terapi spiritual seperti berikut.
1. Merasa selalu di awasi oleh Allah Swt, dan malaikat-malaikatnya.
2. Selalu memohon perlindungan kepada Allah Swt, dari godaan setan yang terkutuk.
3. Meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt, dengan cara melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Salah satu nya mendirikan salat dengan nanar.
4. Bergaul dengan orang-orang baik.

Jika artikel ini bermanfaat silahkan bisa di share ke temen-temen lainya. Terima kasih