Masa Kejayaan Islam, Penjelasan Baitulhikmah | Kajian Islam


PERADABAN ISLAM PADA MASA KEJAYAAN
Kejayaan Islam di abad pertengahan merupakan pencapaian yang luar biasa yang mungkin tidak akan bisa terulang kembali. Kejayaan Islam yang sangat pesat ini terjadi antara kurun waktu abad ketiga sampai dengan abad kelima hijrah, yaitu pada masa pemerintahan daulah Abbasiyah. Dalam kurun waktu tersebut telah banyak melahirkan tokoh-tokoh intelektual dan cendikiawan muslim yang berkompeten dalam berbagai bidang keilmuannya, baik itu keilmuan Islam maupun ilmu-ilmu umum.
     Oleh karena itu, di periode ini disebut juga dengan periode kebangkitan pemikiran, budaya, ilmu pengetahuan, dan peradaban.
Banyak tokoh yang menciptakan terobosan-terobosan baru dalam keilmuan, misalnya dengan konsep dan karya-karya ilmiah. Dalam bidang keilmuan Islam yang berkembang pesat di antaranya adalah ilmu fikih, ilmu hadis, ilmu tafsir, dan ilmu teologi, sedangkan dalam ilmu umum yang berkembang pesat di antaranya ilmu filsafat, ilmu kedokteran, ilmu kimia, ilmu astronomi, dan ilmu matematika.
    Keadaan waktu itu tentunya sangat berbeda dengan kondisi sekarang ini, terlebih lagi kondisi umat Islam di bidang ilmu pengetahuan yang kini malah dikuasai oleh negara barat. Sebagai generasi muda umat Islam, kita harus bangkit dan kembali bercermin dengan masa kejayaan Islam dimasa lalu dengan kerja keras belajar dan berusaha menyeimbangkan IPTEK dan islam, bisakah anda melakukannya? Buktikan.
Baitulhikmah
Baitulhikmah dianggap sebagai pusat intelektual dan pusat keilmuan di masa keemasan Islam, yaitu pada masa pemerintahan Abbasiyah. Baitulhikmah terletak di bagdad, Irak. Baitulhikmah didirikan pada masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid yang kemudian di sempurnakan oleh putranya, Al-Makmun pada abad ke empat. Baitulhikmah adalah tempat berkumpulnya para ilmuan dan cendikiawan  muslim yang sering melakukan diskusi dan penelitian-penelitian dalam keilmuan dan teknologi. Pada awalnya baitulhikmah hanya tempat penerjemah buku-buku dari Persia dan Yunani dalam bidang Astrologi, matematika, pertanian, pengobatan, dan Filsafat. Tetapi kemudian berkembang sebagai pusat keilmuan Islam.
      Setelah pembuatan kertas, maka pemerintah Abbasiyah memperbanyak produksi buku dan pembinaan perpustakaan. Selanjutnya disusun katalog-katalog buku berdasarkan kategori keilmuannya.
     Pada tahun 1258 pasukan Mongol menyerbu dan menghancurkan baitulhikmah. Menurut sejarah buku-buku yang ada di dalam baitulhikmah dirusak dan dibuang ke Sungai Tigris.