Pengertian, Macam-macam Qada dan Qadar Dalil-dalilnya, Makna Beriman, Kewajiban Beriman

Hakikat Qada dan Qadar

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas.
– Pengertian Qada dan Qadar
– Dalil-dalil tentang Qada dan Qadar
– Kewajiban Beriman kepada Qada dan Qadar.
– Macam-macam Takdir.

1. Pengertian Qada dan Qadar
Para ulama mempunyai pandangan yang berbeda di dalam memberikan arti Qada dan Qadar. Ada yang mengartikan sama, ada pula yang mengartikan berbeda. Dari perbedaan pandangan tersebut dapat disimpulkan bahwa menurut Bahasa, Qada Artinya menentukan atau memutuskan, sedangkan Qadar artinya, Memberi Qadar, aturan dan ketetapan.
Adapun menurut Istilah, adalah sebagai berikut.
a. Qada ialah segala sesuatu atau keputusan Allah Swt, terhadap makhluknya sejak jaman Azali.
b. Qadar ialah perwujudan dari qada yaitu ketetapan Allah Swt, atas segala sesuatu yang terjadi pada makhluknya. Dengan kata lain qadar adalah Qada Allah Swt.
Perhatikan Firman Allah Swt.
Allah SWT berfirman:
الَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَّلَمْ يَكُنْ
لَّهٗ شَرِيْكٌ فِى الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهٗ تَقْدِيْرًا
Artinya:
“yang memiliki kerajaan langit dan Bumi, tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat.”
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 2)

2. Dalil-dalil tentang Qada dan Qadar
a. Dalil Al-Qur’an
  1) Q.S Al-Qamar ayat 49
اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ  بِقَدَرٍ
Artinya:
“Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”

2) Q.S Al-Hadid ayat 22
مَاۤ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْۤ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ
كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْـرَاَهَا   ۗ  اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ
Artinya:
“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah”.

3) Q.S Al-Isra ayat 13

وَكُلَّ اِنْسَانٍ اَلْزَمْنٰهُ  طٰٓئِرَهٗ فِيْ عُنُقِهٖ ۗ  وَنُخْرِجُ لَهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ كِتٰبًا يَّلْقٰٮهُ مَنْشُوْرًا
Artinya:
“Dan setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Dan pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka.”

4) Q.S At-Tagabun ayat 11

مَاۤ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ  وَمَنْ  يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗ  وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
Artinya:
Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Dari kutipan ayat-ayat di atas, Tempak jelas segala sesuatu yang terjadi adalah atas kehendak Allah Swt. Tidak ada satupun yang dapat menghalangi ketentuan Allah Swt. Segala sesuatu yang akan terjadi terhadap Makhluknya telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuz).

Baca Juga: Hikmah Beriman Kepada Qada dan Qadar

Baca Juga: Dakwah| Syafaat Rasulullah Saw Kepada Umatnya

3. Kewajiban beriman kepada Qada dan Qadar
Sebagai seorang mukmin kita harus rela menerima segala ketentuan Allah Swt. Atas diri kita. Allah Swt. Berfirman dalam salah satu hadis qudsi yang artinya: Siapa yang tidak Rida dengan qada-Ku dan Qadar-Ku dan tidak sabar terhadap bencana-Ku yang aku timpakan atasnya, maka hendaklah mencari Tuhan selain aku. (H.R At-Tabrani).
Takdir Allah Swt. Merupakan iradat (kehendak) Allah Swt. Takdir Allah Swt. Tidak selalu sesuai dengan keinginan kita. Tatkala takdir sesuai dengan keinginan kita, hendaklah kita bersyukur. Namun, ketika tidak sesuai dengan keinginan kita bahkan berupa musibah hendaklah kita terima dengan sabar dan ikhlas karena di balik musibah itu ada hikmahnya yang besar dari Allah Swt. Yang terkadang kita belum mengetahuinya.

4. Macam-macam Takdir
a. Takdir mualaq ialah takdir yang sangat erat dengan ikhitiar manusia masih bisa berubah, bergantung pada usaha seseorang.
Contoh:
1) Ingin pandai, usahanya rajin belajar.
2) Ingin kaya, Usahanya adalah giat bekerja.

b. Takdir Mubram ialah takdir yang terjadi pada diri manusia yang tidak dapat diusahakan, atau tidak bisa diubah lagi oleh manusia.
Contoh:
1) Ada orang yang dilahirkan dengan mata sipit atau kulit hitam, sedangkan orang tuanya berkulit putih.
2) kematian
3) Jenis kelamin
4) Hari Kiamat
Ketentuan Allah Swt. Yang terdapat di alam raya bersifat tetap atau tidak berubah, yang disebut sunatullah. Sunatullah dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut.
A. Sunatullah yang tertulis di dalam Al-Qur’an disebut ayat qauliyah.
B. Sunatullah yang digelar dalam alam raya disebut ayat Kauniyah.

Baca Juga : Kumpulan Soal-soal Agama Islam

Baca Juga :  Kumpulan Soal Biologi Beserta Jawabannya