Pengertian Ahli Waris, Syarat-syarat dan Sebab-sebab mendapatkan Warisan

Ketentuan Mawaris Dalam Islam

Siapa Saja yang bisa mendapatkan Warisan Lalu apa saja Syarat-syarat mendapatkan Warisan, dan Sebab-sebab apakah seseorang tidak bisa menerima Harta Warisan. Simak penjelasan selengkapnya.

1. Ahli Waris

Ahli waris adalah orang yang pada saat meninggal dunia mempunyai hubungan darah atau hubungan perkawinan dengan pewaris, beragama Islam dan tidak terhalang karena hukum untuk menjadi ahli waris.

Ahli waris dipandang beragama Islam apabila diketahui dari kartu identitas atau pengakuan atau amalan atau kesaksian, sedangkan bagi bayi yang baru lahir atau anak yang belum dewasa, beragama menurut ayahnya atau lingkungannya.

2. Syarat-syarat Mendapatkan Warisan

Seorang muslim berhak mendapatkan warisan apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut.
a. Tidak adanya salah satu penghalang dari penghalang-penghalang untuk mendapatkan warisan.
b. Kematian orang yang diwarisi, walaupun kematian tersebut berdasarkan vonis pengadilan.
c. Ahli waris hidup pada saat orang memberi warisan meninggal dunia.

Baca Juga : Pengertian Mawaris Atau Kewarisan

3. Sebab-sebab Menerima Harta Warisan

Seseorang mendapatkan harta warisan disebabkan oleh hal-hal berikut.
      a. Nasab (keturunan)
Kerabat yaitu ahli waris yang terdiri dari bapak dari orang yang diwarisi atau anak-anaknya beserta jalur ke sampingnya saudara-saudara beserta anak-anak mereka dan paman-paman dari jalur bapak beserta anak-anak mereka.
Perhatikan firman Allah Swt. Dalam

Q.S An-Nisa, 4: 33 Berikut!
وَلِكُلٍّ جَعَلْنَا مَوَالِيَ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدٰنِ وَالْاَقْرَبُوْنَ  ۗ
“Dan untuk masing-masing (laki-laki dan perempuan) Kami telah menetapkan para ahli waris atas apa yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya dan karib kerabatnya”.
b. Pernikahan
Pernikahan yaitu akad yang sah yang menghalalkan berhubungan suami Istri, walaupun suaminya belum menggaulinya dan belum berduan dengannya. Allah Swt, berfirman dalam Q.S An-Nisa, 4:12 berikut.
وَلَـكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ اَزْوَاجُكُمْ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهُنَّ وَلَدٌ  ۚ
“Dan bagianmu (suami-suami) adalah seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak.

   c. Wala’
Wala yaitu seseorang yang memerdekakan budak laki-laki atau budak wanita. Jika budak yang dimerdekakan minggal dunia dan ia tidak meninggalkan ahli waris, hartanya, diwarisi oleh yang memerdekakanya itu Rasulullah Saw. Bersabda yang artinya: Wala’ itu milik orang yang memerdekakanya.(H.R Bukhari dan Muslim).

Baca Juga : Sebab-sebab Tidak mendapatkan Warisan

Baca Juga : Kumpulan Dakwah Agama Islam

Baca Juga : Kumpulan Soal Pendidikan Agama Islam