Pengertian Demokrasi dan Syura Dalam Pandangan Islam

Bersatu Dalam Keragaman dan Demokrasi

Demokrasi sebagai bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warga negara) atas negara untuk dijadikan oleh pemerintah negara tersebut. Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip Trias politika yang membagi ketiga Kekuasaan politik negara (Eksekutif, Yudikatif, dan Legislatif).

Demokrasi dan Syura

Selama ini Demokrasi diidentikkan dengan Syura dalam Islam karena adanya titik persamaan di antara keduanya, Untuk lebih jelasnya, pahamilah uraian berikut!
1. Demokrasi
Menurut Bahasa, Demokrasi berasal dari kata demos yang berarti rakyat dan cratos yang berarti Kekuasaan. Adapun menurut Istilah, kata Demokrasi dapat dimaknai sebagai berikut.
A. Demokrasi dimaknai sebagai suatu konsep yang berkembang dalam kehidupan politik pemerintahan, yang didalamnya terdapat penolakan terhadap adanya kekuasaan yang terkonsentrasi pada satu orang dan menghendaki peletakan Kekuasaan di tangan orang banyak (Rakyat), baik secara langsung maupun dalam perwakilan.
B. Demokrasi dimaknai sebagai suatu konsep yang menghargai hak-hak dan kemampuan individu dalam kehidupan bermasyarakat.

2. Syura
Menurut bahasa dalam kamus Mujam Maqayis al-Lugah, Syura memiliki dua pengertian yaitu menampakkan dan memaparkan sesuatu atau mengambil sesuatu. Adapun menurut Istilah, beberapa Ulama terdahulu telah memberikan definisi Syura sebagai berikut.
A. Ar-Raghib al-Ashfahani dalam kitab Al-Mufradat fi Gharib Quran, mendefinisikan Syura sebagai proses mengemukakan pendapat dengan saling mengoreksi antar peserta Syura.
B. Ibnu al-Arabi al-Maliki dalam kitab Ahkam Alquran, mendefinisikannya dengan berkumpul untuk meminta pendapat (dalam suatu permasalah) yang peserta Syuranya saling mengeluarkan pendapat yang dimiliki.
C. Definisi Syura yang diberikan oleh fakar fikih kontemporer dalam kitab Asy-Syura Fi Zilli Nizami al-Hukm al-Islami, adalah proses menelusuri pendapat para ahli dalam suatu permasalah untuk mencapai solusi yang mendekati kebenaran.

Baca Juga: Pandangan Ulama (Intelektual Muslim) tentang Demokrasi

Titik Temu (Persamaan) antara Demokrasi dan Syura

Dari beberapa definisi Syura dan demokrasi di atas, dapat melihat bahwaSyura hanya merupakan mekanisme kebebasan berekspresi dan penyaluran pendapat dengan penuh keterbukaan dan kejujuran. Hal tersebut menjadi pertanda adanya penghargaan terhadap pihak lain. Sementara demokrasi, menjangkau ruang lingkup yang lebih luas. Demokrasi menyoal nilai-nilai egaliter, penghormatan terhadap potensi individu, penolakan terhadap kekuasaan tiran, dan memberi kesempatan kepada semua pihak untuk berpartisipasi dalam mengurus pemerintahan. Secara tegas demokrasi bermain pada wilayah politik. Jika demikian halnya, maka pada satu sisi, Syura merupakan bagian dari proses berdemokrasi. Di dalamnya terkandung nilai-nilai yang diusung demokrasi. Pada sisi lain, nilai-nilai luhur yang diusung oleh konsep demokrasi adalah nilai-nilai yang sejalan dengan visi Islam itu sendiri. Nilai Islami bukanlah sesuatu yang berasal dari kaum muslimin saja (dari dalam), tetapi semua nilai yang mengandung kebaikan dan kemaslahatan, baik dari Barat maupun Timur, karena Islam tidak mengenal Barat dan Timur (diskriminasi), justru sikap Islam terhadap hal-hal baru yang baik adalah “akomodatif”.

Baca Juga : Kumpulan Soal Agama Islam beserta Jawabannya

Baca Juga : Kumpulan Soal Biologi Beserta Jawabannya

Baca Juga : Kumpulan Soal Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Beserta Jawabannya