Soal Essay Budaya Politik Masyarakat Indonesia dan Jawabannya

BUDAYA POLITIK MASYARAKAT INDONESIA

Berikut ini , Soal LKS Essay PKN Kurikulum2013, beserta kunci Jawabannya, untuk siswa SMA/SMK/MA/MAK/Sederajat.

Soal Essay 1-10

1. Berilah alasan mengapa konsep mengacu pada orientasi masyarakat terhadap suatu sistem politik tertentu!
Jawaban: Konsep budaya politik harus mengacu pada orientasi masyarakat terhadap sistem politik terntentu dimkasudkan masyarakat disuatu daerah memiliki orintasi sistem politik yang telah bertumbuh dan berkembang sejak lama, akan sulit untuk bisa diterima oleh maysrakat jika kita datang dengan menawarkan konsep budaya politik yang bertentangan dengan kebiasaan yang ada,Jadi konsep yg ditawarkan hrs senantiasa sejalan.

2. Analisislah hubungan antara kesadaran dan partisipasi politik terhadap budaya politik suatu masyarakat!
Jawaban: Kesadaran dan partisipasi politik merupakan salah satu aspek penting dari demokrasi. Karena setiap keputusan politik akan berdampak kepada kehidupan masyarakat, maka setiap warga masyarakat berhak ikut serta dalam menentukan isi keputusan politik.
Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam negara demokrasi seperti Indonesia, maka setiap keputusan politik yang dibuat oleh pemerintah/eksekutif (termasuk legilatif) harus melibatkan partisipasi masyarakat.Untuk mencapai kesadaran dan partisipasi politik masyarakat di daerah yang tinggi maka hal yang penting dilakukan adalah pendidikan politik yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

3. Analisislah yang dimaksud orientasi Evaluatif!
Jawaban: Orientasi evaluatif, yaitu orientasi warga negara yang sifatnya evaluatif/penilaian.
seperti pendapatan dan penilaian warga
terhadap suatu objek politik. Atau Orientasi Evaluatif adalah:
Keputusan dan pendapat individu
tentang obyek-obyek politik yang secara
tipikal melibatkan standar nilai, kriteria
informasi dan perasaan, misalnya
tampak saat pemilu.

4. Kemukakan macam-macam orientasi politik menurut Almond dan Verba!
Jawaban:

Budaya politik parokial (parochial political culture), yaitu tingkat partisipasi politiknya sangat rendah, yang disebabkan faktor kognitif (misalnya, tingkat pendidikan relatif rendah).
Budaya politik kaula (subject political culture), yaitu masyarakat bersangkutan sudah relatif maju (baik sosial maupun ekonominya) tetapi masih bersifat pasif.
Budaya politik partisipan (participant political culture), yaitu budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik sangat tinggi.

5. Kemukakan faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan tingkat budaya politik dalam masyarakat!
Jawaban:
a.    Faktor utama dan paling vital yaitu faktor pendidikan, semakin tinggi tingkat minimum pendidikan sebuah negara, maka akan menjadikan masyarakatnya lebih baik dalam berbudaya politik.
b.    Tingkat perekonomian masyarakat apabila masih belum sejahtera menyebabkan sifat apatis dalam budaya berpolitik.
c.    Reformasi politk, dimana terjadi perubahan secara drastis untuk perbaikan dl bidang politik dl suatu masyarakat atau negara menjadi lebih baik atau terbuka, sehingga mampu meningkatkan partisipasi masyarakatnya.

6. Apakah tingkat partisipasi warga negara berpengaruh pada tipe budaya politiknya!
Jawaban: Iya, karena jika suatu warga negara sangat perpartisipasi dalam politik maka politik suatu negara tersebut akan lebih baik daripada politik yang warga negaranya pasif dan tidak tertarik untuk berpartisipasi.

7. Berilah alasan mengapa tingkat pendidikan masyarakat memengaruhi budaya politik mereka!
Jawaban: Budaya politik yang berkembang dalam suatu negara dilatarbelakangi oleh situasi, kondisi dan pendidikan dari masyarakat itu sendiri, terutama pelaku politik yang memiliki kewenangan dan kekuasaan dalam membuat kebijakan, sehingga budaya politik yang berkembang dalam masyarakat suatu negara akan mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Jadi perbedaan kesadaran dan partisipasi politik masyarakat akan menimbulkan perbedaan budaya politik yang berkembang dalam masyarakat tersebut.

8. Analisislah mengenai budaya politik abangan!
Jawaban: Budaya politik masyarakat yang menekan kan aspek animisme/kepercayaan kepada roh-roh halus.

9. Analisislah apakah dalam masyarakat dengan budaya politik parokial mudah mewujudkan demokrasi!
Jawaban: Budaya politik parokial ditandai dengan rendahnya minat dan kemampuan masyarakat dalam berpartisipasi di dunia politik sehingga perasaan mengenai kompetensi dan keberdayaan poltik secara otomatis tidak muncul termasuk saat berhadapan dengan institusi institusi politik.
Masyarakat dengan budaya parokial sama sekali tidak memiliki perhatian, minat apalagi pengetahuan mengenai politik sehingga jarang membicarakan dan menghindari berurusan dengan politik. Karena hal inilah sehingga cukup sulit untuk membangun demokrasi di dalam BUDAYA POLITIK PAROKIAL.

10. Kemukakan tiga budaya politik yang berkembang di Indonesia menurut Clifford Geertz!
Jawaban: Menurut Clifford Geertz, budaya politik Indonesia adalah
a. Budaya politik abangan, yaitu budaya politik yang menekankan aspek-aspek animisme, termasuk para petani.
b. Budaya politik santri, adalah yaitu politik yang menekankan aspek-aspek keagamaan, khususnya agama islam. Pekerjaan mereka biasanya pedagang. Masa lalu mereka berafiliasi pada NU dan Masyumi. Sekarang pada PKS, PKB, PPP.
c. Budaya politik Priyayi, yaitu budaya politik masyarakat yang menekankan keluhuran tradisi, masyarakat priyayi adalah masyarakat kelas atas atau kelompok aristokrat dan birokrat seperti para pegawai pemerintah, pada masa lalu mereka berafiliasi dengan partai PNI dan sekarang pada partai golkar.