8 Fungsi Hormon Gas Etilen

Hormon Gas Etilen

Hormon gas etilen adalah hormon yang dihasilkan dari buah yang sudah tua. Buah yang sudah tua dan masih berwarna hijau disimpan dalam kantong tertutup maka yang terjadi buah tersebut akan cepat masak. Tumbuh-tumbuhan menghasilkan etilen dari adanya respon stres (tekanan), yang meliputi kebanjiran, kekeringan, luka, tekanan kimia dan infeksi. Etilen juga dihasilkan pada saat pemasakan buah atau untuk merespon adanya peningkatan kadar auksin yang tinggi. Etilen dimanfaatkan dalam mempercepat pematangan buah. Gas etilen menyebabkan pertumbuhan batang menjadi tebal dan kukuh dan bersama hormon lain akan menimbulkan reaksi dengan karakteristik seperti auksin dengan gas etilen yang dapat memacu perbungaan mangga dan nanas. Dengan giberelin, gas etilen dapat mengatur bunga jantan dan juga bunga betina pada tumbuhan yang berumah satu.

Fungsi Hormon Gas Etilen

1. Mempercepat dalam pematangan buah

2. Menyebabkan pertumbuhan batang menjadi tebal dan kukuh

3. Memacu hormon lain dalam menimbulkan reaksi tertentu

4. Mendukung terbentuknya bulu-bulu akar

5. Induksi sel kelamin betina pada bunga

6. Merangsang terjadinya pemekaran bunga

7. Mengakhiri masa dormansi

8. Pembentukan akar adventif

Baca Juga: 5 Fungsi Hormon Giberlin

Hormon tumbuhan adalah zat pengatur tumbuh (ZPT) yang memiliki fungsi fisiologis mengatur pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Hormon tumbuhan (fitohormon atau regulator tumbuh tumbuhan) merupakan molekul organik, baik berupa senyawa metabolit maupun peptida, yang dihasilkan oleh suatu bagian tumbuhan dan didistribusikan ke bagian yang lain. Konsentrasi hormon dibutuhkan dalam jumlah yang rendah untuk respon fisiologis. Fungsi hormon tumbuhan ini berperan dalam pemicu pertumbuhan (misal: auksin, sitokinin, giberelin, dan etilen), penghambat pertumbuhan (misal: asam absisat), dan juga dalam komunikasi tumbuhan (misal: asam jasmonat). Bedasarkan penelitian yang sudah dilakukan bertahun-tahun, hormon tumbuhan dibagi menjadi tiga kelompok:
    • Hormon utama atau mayor. Kelompok terbesar yang merupakan hormon paling berpengaruh pada pertumbuhan dan berperan penting dalam bioteknologi, serta seringkali menjadi subjek materi di sekolah menengah, misalnya auksin, sitokinin, giberelin, asam absisat, dan etilen
    • Hormon minor. Kelompok hormon yang berperan dalam proses pertumbuhan, fisiologis, komunikasi, serta ketahanan tumbuhan. Fungsinya kompleks, sehingga hanya dijabarkan pada penelitian lanjutan. Contoh hormon ini adalah asam jasmonat, brassinosteroid, karrikin, dan hormon peptida
    • Hormon hipotetikal. Hormon yang seringkali muncul di buku sekolah, namun sebenarnya merupakan hormon yang masih diperdebatkan prosesnya sejak lama (misal: kalin, yang keberadaannya masih misterius). Beberapa hormon ini sudah dikelompokkan ke kedua jenis hormon yang sudah disebutkan sebelumnya.
Artikel atau makalah hormon pada tumbuhan ini akan menjelaskan mulai dari penemu, tempat diproduksi hormon, dan fungsinya. Berikut adalah penjelasan mengenai macam-macam hormon pada tumbuhan beserta fungsinya:

Baca Juga: 5 Fungsi Hormon Sitokin