Pengertian dan Penjelasan Tasamuh Secara Lengkap

Pengertian Tasamuh
Menurut bahasa, tasamuh berarti tenggang rasa, sedangkan menurut istilah, tasamuh berarti menghargai sesama. Jika disimpulkan secara keseluruhan sikap Tasamuh merupakan sikap lapang dada, yaitu sikap tidak terburu-buru menerima atau menolak saran atau pendapat orang lain. Seseorang yang mempunyai sikap tasamuh, dalam segala hal pasti dipikiran dalam-dalam, dipertimbangkan matang-matang baru menetapkan sikap, menerima atau menolak dengan bijaksana.

Telah menjadi kodrat manusia bahwa manusia merupakan makhluk sosial. Kita saling membutuhkan satu sama lain, karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sesuai dengan potensi masing-masing. Sehingga perlu ditumbuhkan sikap tasamuh atau toleransi dan tenggang rasa agar umatnya bersatu, bersaudara serta tidak berpecah-belah. Apabila terjadi perbedaan dan perselisihan kita diperintahkan segera mendamaikan dan mengembalikan segala permasalahan kepada Al-Qur’an dan as-sunah.

Allah SWT berfirman:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 10)

Tasamuh dalam kehidupan sehari-hari ada dua macam sebagai berikut:
1. Tasamuh terhadap sesama pemeluk agama
Sikap toleran terhadap sesama muslim yang berbeda pendapat karena beda Mazhab atau beda organisasi atau beda partai. Perbedaan pendapat antar kelompok umat Islam masih ditolerir selama tidak menyangkut hal-hal yang prinsip. Sikap kita terhadap perbedaan antar kaum muslimin adalah saling menghormati dalam perbedaan pendapat dan saling bekerjasama dalam kebaikan.

2. Tasamuh terhadap antar pemeluk agama
Sikap saling menghormati dengan pemeluk agama lain. Namun kita harus tegas dalam hal-hal yang prinsip seperti masalah akidah dan ibadah yang tidak bisa dicampur aduk dengan agama mereka.