Pengertian Haji, Syarat, Rukun,dan Tatacara Haji

Ibadah haji merupakan satu cara mewujudkan persatuan dan kesatuan umat Islam di seluruh dunia. Ibadah haji itu tidak membedakan mereka pejabat dan rakyat jelata, konglomerat dan orang biasa dan sebagiannya. Mereka berpakaian sama, membaca bacaan yang sama dengan jutaan orang yang sama. Hal itu sebagai bukti bahwa Islam memang tidak mengenal diskriminasi.

HAJI
PENGERTIAN HAJI
Kata haji menurut makna aslinya berarti mengunjungi sesuatu yang berarti mengunjungi Baitullah untuk menjalankan ibadah. Haji menurut bahasa adalah menyengaja. Menurut syari islam, haji adalah sengaja mengunjungi Mekah (Ka’bah) untuk mengerjakan ibadah yang terdiri dari tawaf, sa’i,wukuf, dan amalan-amalan lainnya sesuai dengan ketentuan haji, dengan maksud memenuhi perintah Allah Swt. Dan mengharap keridaan-Nya.

Allah SWT berfirman:

وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا  ۗ 
“Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 97)

KETENTUAN HAJI
Syarat wajib haji adalah hal-hal yang apabila telah terpenuhi menyebabkan orang yang bersangkutan wajib menunaikan ibadah haji, jika tidak terpenuhi salah satu syarat sah haji, maka hajinya menjadi tidak sah. Seseorang muslim atau umat Islam yang akan menunaikan ibadah haji, sebaiknya mengetahui syarat wajib dan syarat sahnya haji

Syarat Wajib Haji
1) Islam
2) Balig Atau dewasa
3) Berakal Sehat
4) Merdeka
5) Istita’ah atau mampu

Syarat Sah Haji
Haji dinyatakan sah apabila memenuhi beberapa hal berikut:
1)  Dilaksanakan sesuai batas-batas waktunya, misalnya miqat zamani (batas waktu pemakaian ihram) dan batas waktu wukuf.
2) pelaksanaan urutan rukun haji tidak bolak-balik
3) Dipenuhi syarat-syaratnya, misalnya syarat tawaf dan sa’i.
4) Dilaksanakan pada tempat yang telah ditentukan, misalnya tempat wukuf, tawaf, sa’i, melontar jamrah, dan hadir di Muzdhalifah ataupun bermalam di Mina.

Rukun Haji
Rukun haji adalah hal-hal pokok yang harus dilaksanakan dalam ibadah haji. Jika ditinggalkan salah satu saja, hajinya batal. Adapun rukun haji sebagai berikut:
1) Ihram (berniat mulai mengerjakan ibadah haji atau ibadah umrah, atau meniatkan keduanya sekaligus).
2) Wukuf (diam) di Arafah pada tanggal 9 Zulhijjah, mulai matahari tergelincir sehabis Zuhur sampai terbit fajar tanggal 10 Zulhijjah. Artinya orang yang sedang mengerjakan haji itu wajib berada di Padang Arafah pada waktu tersebut.
3)Tawaf (Mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali). Tawaf rukun ini dinamakan tawaf Ifadah.
Allah SWT berfirman:

….وَلْيَطَّوَّفُوْا بِالْبَيْتِ الْعَتِيْقِ…..
” dan melakukan tawaf sekeliling rumah tua (Baitullah).”
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 29)

Wajib Haji
Perkataan wajib dan rukun biasanya berarti sama, tetapi dalam urusan haji ada yang berbeda sebagi berikut.
Wajib haji meliputi beberapa hal berikut.
1) Ihram dan miqat zamani maupun miqat makani
2) Hadir di Muzdalifah setelah kembali di Arafah
3) Melontar Jamrah aqabah pada hari raya haji
4) Bermalam dimina
5) melontar tiga Jamrah pada hari tasyrik setelah tergelincir matahari ke arah barat.
6) Thawaf wada
7) Menjauhkan diri dari semua larangan haji atau yang diharamkan