Pengertian, Syarat, Rukun, Umrah Dan Hukumnya

Pengertian Umrah dan Hukumnya
Selain ibadah haji, ibadah umrah juga dilakukan di tanah suci Mekah. Ibadah umrah menyerupai ibadah haji dengan beberapa perbedaan tertentu yang dilakukan di tanah suci Mekah.
Umrah berasal dari kata “I’timar” yang berarti ziarah atau berkunjung. Adapun yang dimaksud dengannya dini ialah menziarahi Ka’bah, tawaf sekelilingnya, sa’i antara Shafa dan Marwah dan bercukur atau bergunting rambut.
Hukum ibadah umrah fardhu ‘ain atas tiap-tiap orang laki-laki atau perempuan, sekali seumur hidup bagi yang memenuhi persyaratan seperti haji.

Ketentuan-ketentuan Umrah
Dalam melaksanakan umrah kita harus menaati ketentuan-ketentuan Umrah antara lain:

Syarat-syarat wajib umrah sebagai berikut:
Beragama Islam atau muslim
• Sudah balig atau dewasa
• Berakal sehat
• Merdeka
• Istia’dah atau mampu

Syarat sahnya umrah sebagai berikut:
Pelaksanaan urutan rukun umrah tidak dibolak-balik
• Dipenuhi syarat-syaratnya
• Dilaksanakan rukun umrah pada tempat yang telah ditentukan.

Rukun umrah sebagai berikut
• Ihram serta berniat umrah
• Tawaf (Seperti ibadah haji)
• Sa’i (seperti ibadah haji)
• Bercukur atau memotong sebagian rambut (sekurang-kurangnya 3 helai rambut)
• Menertibkan antara empat rukun tersebut.

Ibadah umrah yang dilakukan Nabi Saw. Sebanyak empat kali. Diterima dari Ibnu Abbas r.a: yang artinya “Bahwa Nabi Saw. Mengerjakan empat kali umrah, yaitu Umrah Hudaibiyah, Umrah Qadha, yang ketiga dari Jaranan, dan yang keempat dilakukannya bersama hajinya. (H.R Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

Tata Urutan pelaksanaan Umrah
Tata Urutan pelaksanaan Umrah sebagai berikut:
• Ihram dengan niat umrah dari miqat masing-masing
• Menuju Mekah lalu tawaf (tawaf rukun umrah atau tafaw ibadah) kemudian melakukan sa’i bercukur dan memotong sebagaian rambut.

Boleh melakukan umrah pada bulan-bulan haji tanpa menunaikan haji. Umar bin Khattab r.a pernah berumrah pada bulan Syawal dan kembali ke Madinah tanpa berhaji.