Penjelasan Yaumul Hisab

Hisab
Hisab merupakan waktu penghitungan atau penghabisan semua amal perbuatan manusia. Amal perbuatan sekecil apapun akan dihisab dan diberikan balasan yang setimpal. Tidak ada kekeliruan atau kesalahan dalam penghisaban tersebut. Bagi manusia yang banyak beramal saleh semasa hidup di dunia, akan menunggu giliran dihisab dengan tenang dan wajah berseri-seri. Sebaliknya bagi manusia yang sering berbuat dosa dan maksiat, akan menunggu giliran dihisab dengan gelisah dan ketakutan.

Pada saat dihisab nampaklah perbuatan-perbuatan yang dilakukan manusia selama hidup di dunia. Kebaikan-kebaikan kecil yang tidak dipikirkan, mendapat pahala dari Allah dan akan menambah hitungan pahala. Sebaliknya, kesalahan-kesalahan kecil yang kelihatan sepele dan sering dilakukan, akan dinampakkan dan menambah hitungan dosa.
Allah SWT berfirman:

يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ ذٰلِكَ يَوْمُ التَّغَابُنِ   ۗ  وَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًـا يُّكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّاٰتِهٖ وَيُدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا   ۗ  ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِیْمُ
“(Ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan kamu pada hari berhimpun, itulah hari pengungkapan kesalahan-kesalahan. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.”
(QS. At-Taghabun 64: Ayat 9)