Pengertian Formalin, Sifat, Fungsi dan Contohnya

Formalin biasa ditemukan di: asbes dan beton, asap rokok, kompor gas atau minyak tanah yang menyala, furnitur yang terbuat dari pressed wood dengan perekat yang mengandung resin urea-formaldehida (UF), kantung plastik.

Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk. Di dalam formalin terkandung sekitar 37% formaldehid dalam air. Biasanya ditambahkan methanol hingga 15% sebagai pengawet (Handayani, 2006).

Nama-nama Formal antara lain:
• formol
• methylene aldehyde
• paraforin
• morbicid
• oxomethane
• polyoxymethylene glycols
• methanol
• formoform
• superlysoform
• formic aldehyde
• formalith
• tetraoxymethylene
• methyl oxide
• karsan
• trioxane
• oxymethylene dan methylene glycol

Fungsi Formalin yaitu:
• Sebagai antibakteri atau pembunuh kuman dalam berbagai keperluan jenis industri
• Pembasmi lalat maupun berbagai serangga lainnya
• Dalam dunia fotografi biasanya digunakan sebagai pengeras lapisan gelatin dan kertas
• Formalin kerap digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk urea
•  Formalin boleh juga dipakai sebagai pencegah korosi untuk sumur minyak
• Bidang industri kayu, formalin digunakan sebagai bahan perekat untuk produk kayu lapis (plywood)

Formaldehida adalah senyawa kimia turunan dari pembakaran dan proses alam tertentu yang umum digunakan secara luas oleh industri untuk memproduksi bahan bangunan dan berbagai produk rumah tangga. Dengan demikian, mungkin ada jejak formalin dalam konsentrasi yang cukup besar baik di dalam maupun luar ruangan.

Ketika formaldehida hadir di udara pada tingkat yang melebihi 0,1 ppm, beberapa orang mungkin mengalami efek samping seperti mata berair; sensasi terbakar di mata, hidung, dan tenggorokan; batuk; suara mengi; mual; iritasi kulit; dan sakit dada. Paparan konsentrasi tinggi dapat memicu serangan asma pada orang yang memilikinya, juga dapat menyebabkan bronkitis. Formalin telah terbukti menyebabkan kanker pada hewan dan dicurigai dapat menyebabkan kanker pada manusia.

Alternatif: Jangan merokok, dan terutama jangan merokok di dalam ruangan. Buka jendela selebar mungkin untuk membiarkan udara segar masuk, terutama ketika Anda menggunakan produk oembersih dan insektisida. Cobalah untuk menjaga suhu di dalam rumah pada pengaturan suhu rendah dan nyaman. Juga, habiskan banyak waktu di luar ruangan mencari udara segar sebanyak mungkin. Hal ini sangat penting untuk keluarga dengan anak-anak, orang tua atau anggota keluarga dengan penyakit kronis seperti asma.