Pengertian Toluena, Sifat, Kegunaan dan Contohnya

Pada artikel kali ini kang Darus akan membahas tentang pengertian Toulena, sifat, fungsi dan kegunaannya.

Toluena adalah bahan kimia dengan aroma yang kuat dan khas, Senyawa ini ditemukan di alam pada jenis pohon balsam yang disebut balsam tolu, serta minyak mentah,

Toluena dapat pula ditemukan sebagai aditif dalam berbagai produk seperti cat kuku, rokok, bensin, pewarna, parfum, bahan peledak, cat dan thinner, perekat, serta barang-barang manufaktur lainnya.

Bahan kimia ini dapat mempengaruhi kesehatan seseorang bila dihirup atau ketika air yang terkontaminasi dengan toluena tertelan.

Meskipun memiliki berbagai bahaya, toluena masih belum digolongkan sebagai senyawa karsinogen.

Orang yang merokok terpapar dengan toluena saat menghirup asap tembakau.

Dalam kasus lain, orang bisa terpapar dengan toluena saat minum atau kontak dengan sumber air yang terkontaminasi.

Kontaminasi terjadi saat terdapat kebocoran pada tangki penyimpanan atau ketika suatu industri melepaskan toluena ke lingkungan secara tidak sengaja.

Toluena, juga dikenal sebagai toluol, methylbenzene, phenylmethane, dan methylbenzol, bersifat racun dan bisa membahayakan kesehatan.

terhirup, toluena dapat mempengaruhi sistem saraf serta mempengaruhi koordinasi tubuh dan menyebabkan sakit kepala, kebingungan serta pusing.

Paparan konstan dengan senyawa ini bisa menimbulkan risiko kesehatan yang lebih serius yang dapat menyebabkan kematian.

Seseorang yang menghirup toluena dalam jumlah besar akan menderita kehilangan pendengaran, tremor, kehilangan memori, serta gejala lainnya.

Minum air yang terkontaminasi toluena dapat memicu gejala yang sama. Bahan kimia ini juga dapat mempengaruhi kesehatan hanya dengan kontak dengan kulit.

Toluena sering disalahgunakan sebagai inhalan (substansi yang dihirup) yang dapat memicu perubahan permanen pada otak melalui paparan berulang dan dalam konsentrasi tinggi.

Dalam kehidupan sehari-hari, orang bisa terpapar toluena dari knalpot mobil, udara yang terkontaminasi di tempat kerja, atau dari menghirup uap dari cat kuku.

Paparan juga bisa terjadi saat tinggal di dekat lokasi yang telah terkontaminasi, seperti tempat pembuangan sampah atau ketika bekerja dengan produk yang dibuat dengan bahan kimia ini, seperti minyak pemanas, minyak tanah, dan bensin.

Paparan toluena dapat mengancam anak-anak maupun orang dewasa. Ibu hamil yang terpapar toluena beresiko melahirkan bayi cacat fisik serta mengalami gangguan kemampuan mental

 Ditemukan dalam: cat, karet, pewarna, lem, percetakan.
Toluena banyak digunakan sebagai bahan aditif bensin pelarut dan tinggi, tetapi juga merupakan bahan baku bahan kimia organik yang penting, dibandingkan dengan benzena dan xilena yang diperoleh dari batubara dan minyak pada saat bersamaan, produksi saat ini relatif surplus, sehingga cukup banyak toluena digunakan untuk menghilangkan alkil benzena atau disproporsionasi xilen.

Toluena adalah agen pelarut yang sangat baik untuk cat, lak, pengencer, dan perekat. rute yang paling umum dari paparan melalui inhalasi. Gejala keracunan toluena termasuk efek CNS (sakit kepala, pusing, ataksia, mengantuk, euforia, halusinasi, tremor, kejang, dan koma), aritmia ventrikel, pneumonia kimia, depresi pernapasan, mual, muntah, dan ketidakseimbangan elektrolit. Orang yang terkena paparan ringan dari uap toluena tidak menimbulkan risiko keracunan akut.

Alternatif: Periksa label cat apakah produk yang Anda gunakan mengandung toluena. Jika ya, buka setiap ventilasi udara lebar-lebar guna memungkinkan kelancaran pertukaran udara segar. Poles cat untuk setiap mebel atau perlengkapan rumah tangga lainnya di udara terbuka (taman atau jalanan depan rumah) untuk mencegah cat melepaskan gas berbahaya yang bisa mengendap dalam rumah.