Berikut 8 Proses Terjadinya Hujan Salju

Pada artikel kali ini kang darus akan membahas tentang bagaimana terjadinya hujan salju.

Berikut 8 Proses Terjadi Hujan Salju antara lain sebagai berikut;
1. Uap air itu akan berkumpul pada atmosfer Bumi
2. Pada saat pembentukan awan, massanya jauh lebih kecil dari massa udara
3. Air murni secara tidak langsung membeku pada suhu 0 derajat Celcius
4. Jika temperatur udara tersebut tidak sampai melelehkan kristal es tersebut maka kristal es tersebut akan jauh ke tanah,
5. Sumber air yang terdapat di bumi terkena sinar matahari sehingga akan menguap
6. Kumpulan uap air itu akan mendingin hingga mencapai titik kondsensasi (temperatur yangmana gas akan berubah wujud menjadi cair atau padat) serta membentuk awan
7. Uap air terus akan bertambah sehingga massanya pun juga akan bertambah
8. , Pada saat partikel air murni tersebut bersentuhan dengan udara maka air itu juga akan terkotori oleh partikel- partikel lain yang memiliki fungsi dalam mempercepat pembekuan dan juga perekat antar uap air.

Definisi,
Salju terbentuk ketika partikel es kecil di awan menyatu dan membentuk kristal es. Saat kristal es itu terbentuk, dia akan semakin membesar dengan cara menyerap air yang ada di sekitarnya. Ketika sudah menjadi cukup berat, mereka kemudian jatuh ke atas tanah. Kumpulan kristal es ini yang kita lihat sebagai titik-titik salju. Salju itu sendiri terbentuk ketika suhu udara sangat rendah dan ada kelembaban di atmosfir cukup untuk membentuk kristal es.

Proses terjadinya salju yaitu terbentuk ketika suhu atmosfir udara berada di bawah titik beku seperti 0 derajat celsius atau 32 derajat fahrenheit. Ada pula muatan minimal untuk kelembaban di udara.

Bila suhu tanah pada titik beku atau di bawahnya, salju akan mencapai tanah. Namun, salju masih bisa mencapai tanah saat suhu tanah berada di atas titik beku bila kondisinya tepat. Dalam kasus ini, kristal salju akan mulai meleleh ketika mereka mencapai lapisan udara yang lebih panas. Lelehannya ini menciptakan pendinginan yang menurunkan suhu udara segera di sekitar kristal salju yang meleleh ini. Pada umumnya, salju tidak akan terbentuk bila temperatur tanah tidak kurang dari 5 derajat celsius (atau 41 derajat Fahrenheit).

Salju bisa terjadi sekalipun suhu begitu rendah, selama masih ada sumber kelembaban dan udara masih terasa dingin. Namun hujan salju yang deras akan terjadi ketika ada udara hangat di sekitar tanah, biasanya sekitar 9 derajat celsius (15 derajat Fahrenheit) atau lebih hangat lagi. Karena udara yang hangat bisa mengandung lebih banyak uap air.

Karena proses terjadinya salju memerlukan kelembaban, maka area yang sangat dingin namun sangat panas bisa menjadi sangat jarang mengalami hujan salju. Lembah Kering Antartika, misalnya, membentuk wilayah bebas salju terluas di benua tersebut. Lembah Kering ini cukup dingin namun memiliki angin yang sangat kuat untuk membantu mengurangi kelembaban di udara. Akibatnya daerah ekstrim bersuhu dingin ini tidak mengalami banyak salju.