Kelenjar Endokrin, Definisi, Jenis-jenis, Fungsi Pada Manusia

Kelenjar endokrin atau kelenjar buntu adalah kelenjar yang nengirimkan hasil sekresinya langsung ke dalam darah ang beredar dalam jaringan kelenjar tanpa melewati duktus atau saluran dan hasil sekresinya disebut hormon.
Secara umum sistem endokrin adalah sistem yang berfungsi untuk memproduksi hormon yang mengatur aktivitas tubuh.

Terdiri atas kelenjar tiroid, kelenjar hipofisa/putuitari, kelenjar pankreas, kelenjar kelamin, kelenjar suprarenal, kelenjar paratiroid dan kelenjar buntu. Beberapa dari organ endokrin ada yang menghasilkan satu macam hormon (hormon tunggal) disamping itu juga ada yang menghasilkan lebih dari satu macam hormon atau hormon ganda misalnya kelenjar hipofise sebagai pengatur kelenjar yang lain.

Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Fungsi mereka satu sama lain saling berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu. Misalnya, medulla adrenal dan kelenjar hipofise posterior yang mempunyai asal dari saraf (neural). Jika keduanya dihancurkan atau diangkat, maka fungsi dari kedua kelenjar ini sebagian diambil alih oleh sistem saraf. Bila sistem endokrin umumnya bekerja melalui hormon, maka sistem saraf bekerja melalui neurotransmiter yang dihasilkan oleh ujung-ujung saraf.
Kelenjar endokrin melepaskan sekresinya langsung ke dalam darah . Kelenjar endokrin ini termasuk hepar, pancreas (kelenjar eksokrin dan endokrin), payudara, dan kelenjar lakrimalis untuk air mata. Sebaliknya, Kelenjar eksokrin melepaskan sekresinya kedalam duktus pada permukaan tubuh, sepertikulit, atau organ internal, seperti lapisan traktusintestinal.
Jika kelenjar endokrin mengalami kelainan fungsi, maka kadar hormon di dalam darah bisa menjadi tinggi atau rendah, sehingga mengganggu fungsi tubuh.

Untuk mengendalikan fungsi endokrin, maka pelepasan setiap hormon harus diatur dalam batas-batas yang tepat. Tubuh perlu merasakan dari waktu ke waktu apakah diperlukan lebih banyak atau lebih sedikit hormon.

Definisi Endokrin

Endokrin berasal dari bahasa Yunani yang artinya “sekret ke dalam”. Kelenjar buntu menghasilkan sekret tidak melalui saluran tertentu , akan tetapi langsung masuk sirkulasi ke dalam darah yaitu hormon ( merangsang).
Kelenjar endokrin bukanlah kelenjar buangan, kelenjar endokrin memiliki efek sekresi yang artinya setelah di keluarkan akan di proses dan di gunakan kembali. Sekresi tersebut menghasilkan hormon yang akan di sekresikan melalui peredaran darah lalu sampai pada target sel. Kelenjar endokrin ini bekerja dengan mekanisme feed back yang artinya pasti akan ada timbal balik dari organ tujuan tadi yang berupa efek.

Sistem endokrin berinteraksi dengan sistem saraf untuk mengatur dan mengkoordinasi aktivitas tubuh. Pengendalian endokrin di perantarai oleh pembawa pesan kimia yang disebut hormon, hormon ini dilepas oleh kelenjar endokrin ke dalam cairan tubuh, di absorbsi ke dalam aliran darah, dan di bawa melalui sistem sirkulasi menuju jaringan atau sel target.
Hormon mempengaruhi sel target melalui reseptor hormon, yaitu molekul protein yang memiliki sifat pengikat untuk hormon tertentu.

Respon hormonal tubuh biasanya lebih lambat, durasi lebih lama, dan distribusinya lebih luas dari pada respons langsung otot dan kelenjar terhadap stimulus sistem saraf.

Gambaran umum sistem endokrin

Sistem endokrin berinteraksi dengan sistem saraf untuk mengatur dan mengkoordinasi aktivitas tubuh. Pengendalian endokrin di perantarai oleh pembawa pesan kimia yang disebut hormon, hormon ini dilepas oleh kelenjar endokrin ke dalam cairan tubuh, di absorbsi ke dalam aliran darah, dan di bawa melalui sistem sirkulasi menuju jaringan atau sel target.
Hormon mempengaruhi sel target melalui reseptor hormon, yaitu molekul protein yang memiliki sifat pengikat untuk hormon tertentu. Respon hormonal tubuh biasanya lebih lambat, durasi lebih lama, dan distribusinya lebih luas dari pada respons langsung otot dan kelenjar terhadap stimulus sistem saraf.

Kelenjar endokrin tidak memiliki duktus. Kelenjar ini mengsekresi langsung ke dalam cairan jaringan di sekitar sel-selnya. Kelenjar endokrin biasanya mengsekresi lebih dari satu jenis hormon (kelenjar paratiroid yang hanya mengsekresi hormon para tiroid merupakan suatu pengecualian). Dalam tubuh manusia telah diidentifikasi sekitar 40 sampai 50 jenis hormon. Hormon-hormon baru ditemukan di berbagai bagian tubuh termasuk di saluran gastrointestinal, sistem saraf pusat, dan saraf perifer.
Konsentrasi hormon dalam sirkulasi rendah.

Hormon yang bersirkulasi dalam aliran darah hanya sedikit jika di bandingkan dengan zat aktif biologis lainnya, seperti glukkosa dan kolesterol. Walaupun hormon dapat mencapai sebagian besar sel tubuh, hanya sel target tertentu yang memiliki reseptor spesifik yang dapat di pengaruhi.
Kelenjar endokrin memiliki persediaan pembuluh darah yang baik. Secara mikrobiologis, kelenjar tersebut terdiri dari korda atau sejumlah sel sektori yang dikelilingi banyak kapiler dan di topang jaringan ikat.

Sekresi diurnal adalah pola yang naik dan turun dalam periode 24 jam. Kortisol adalah contoh hormon diurnal. Kadar kortisol meningkat pada pagi hari dan turun pada malam hari. Pola sekresi hormonal pulsatif dan siklik naik turun sepanjang waktu tertentu, seperti bulanan.

Estrogen adalah non siklik dengan puncak dan lembahnya menyebabkan siklus menstruasi. Tipe sekresi hormonal yang ketiga adalah variabel dan tergantung pada kadar subtrat lainnya. Hormon paratiroid disekresi dalam berespons terhadap kadar kalsium serum.

Hormon bekerja dalam sistem umpan balik, yang memungkinkan tubuh untuk dipertahankan dalam situasi lingkungan optimal. Hormon mengontrol laju aktivitas selular.Hormon tidak mengawali perubahan biokimia, hormon hanya mempengaruhi sel-sel yang mengandung reseptor yang sesuai, yang melakukan fungsi spesifik.
Hormon mempunyai fungsi dependen dan interdependen. Pelepasan hormon dari satu kelenjar sering merangsang pelepasan hormon dari kelenjar lainnya. Hormon secara konstan di reactivated oleh hepar atau mekanisme lain dan diekskresi oleh ginjal.

Jenis-jenis kelenjar dalam sistem endokrin

1. Kelenjar hipofisis anterior dan posterior
Hipofisis disebut juga kelenjar pituitary. Hipofisis merupakan kelenjar kecil di rongga bertulang terletak di dasar otak dibawah hipotalamus sekitar 2cm. Dihubungkan ke hipolalamus oleh tangkai kecil (infundibulum). Kelenjar hipofisis disebut master gland karena dapat menghasilkan hormon dan hormon yang dihasilkan oleh hipofisis dapat merangsang kelenjar lain untuk menghasilkan hormon lain.
a) Kelenjar hipofisis posterior
Secara embriologis kelenjar hipofisis posterior berasal dari pertumbuhan otak yang terdiri dari jaringan saraf (neurohipofisis). Hipofisis posterior di hubungkan ke hipotalamus mealuil jalur saraf. Hipofise posterior membentuk sistem neurosekresi yang mengeluarkan vasopresin dan oksitosin. Pengeluaran hormon dari hipofise posterior dikontrol oleh hipotalamus.
Hipofisis posterior terdiri dari hormon oxytosin yang berfungsi untuk regulasi kontraksi rahim dan membantu dalam proses pengeluaran asi setelah melahirkan, hormon relaxin yang berfungsi membukanya simphisis pubis, dan ADH (Anti Diuretika Hormon) atau pitressin atua vasopressin yang berfungsi untuk mencegah agar urin yang keluar tidak terlalu banyak ( in put = out put)

b) Kelenjar hipofisis anterior
Kelenjar hipofisis anterior terdiri dari jaringan epitel kelenjar yang berasal dari penonjolan atap mulut yang disebut adenohipofisis. Hipofisis anterior di hubungkan melalui pembuluh darah. Pengeluaran hormon dari anterior dikontrol oleh hipotalamus.

Hormon yg dikeluarkan hipofise anterior yaitu:
1) hormon pertumbuhan ( growth hormon atau GH )
Hormon ini bekerja pada tulang, otot, tulang rawan, kulitdan bekerjanya sangat terbatas. Pada pria sejak lahir sampai dengan 21 tahun dan pertmbuhan drastisnya terjadi pada usia 13 sampai 16 tahun. Pada wanita sejak lahir hingga usia 18 tahun, dan pertumbuhan drastisnya terjadi saat usia 9 sampai 12 tahun.
GH ini sangat dipengaruhi oleh kadar glukosa dalam darah contohnya bila selesai makan kadar gula dlm darah akan meningkat, dan GH tidak bekerja. Bila kadar gula dalam darah menurun, GH bekerja secara maksimal. Bila GH bekerja normal maka tubuh akan normal. Bila hipersekresi maka tubuh manusia akan menjadi raksasa (giant). Bila hiposekresi maka tubuh manusia akan menjadi kerdil/cebol.

2) Thyroid stimulating hormon ( TSH atau tirotropin)
Hormon ini mempengaruhi kelenjar thyroid. Hormon ini menghasilkan thyroksin (t4), liotironin (t3) dan kalsitonin.

3) Hormon Adrenokortikotropik ( ACTH)
Hormon ini dibagi menjadi 3 kelompok besar yaitu Glukokortikoid sebagai penghasil gula, Mineralokortikoid fungsinya mengatur keseimbangan ion Na dan ion K, dan Gonadokortikoid. Gonadokortiroid untuk wanita adalah hormon estrone & progesterone, sedangkan untuk pria adalah hormon testosterone.

4) Prolaktin (PRL)
Hormon ini berfungsi pada saat persiapan produksi air susu ibu (asi).

5) Gonadotropin hormon (GTH)
Hormon ini menghasilkan FSH (follicle stimulating hormon) dan LH (luteinizing hormon) atau ICSH (interstitial cell stimulating hormon). Pada wanita FSH berfungsi untuk mematangkan sel telur sedangkan LH berfungsi menebalkan dinding rahim dan mempertahankan implantasi janin. Sedangkan pada pria FSH berfungsi mematangkan spermatogonium yang akan menjadi spermatozoasedangkan LH atau ICSH akan menghasilkan sel leydig yang memproduksi hormon testosterone.
Hormon pelepas (releasing) dan penghambat (inhibiting) hipotalamus disalurkan ke hipofise melalui sistem porta hipotalamus – hipofisis untuk mengontrol sekresi hormon hipofise anterior .

Hormon pengatur hipotalamus mencapai hipofise anterior melalui jalur vaskuler khusus ke sistem porta hipotalamus – hipofise. Sekresi hormon anterior dirangsang atau dihambat oleh 7 hormon hipofisiotropik yang terdiri dari Thyrotropin releasing hormon (TRH), Cortikotropin releasing hormon (CRH), Gonadotropin releasing hormon (GNRH), Growth hormon releasing hormon (GHRH), Prolacting releasing hormon (PRH) hormon ini menghambat, Prolactin -relasing hormon (PRH) mengeluarkan, menghambat, dan Prolakting inhibiting hormon (menghambat)

2. Kelenjar Tiroid

Terdiri atas 2 buah lobus yang terletak disebelah kanan dari trakea diikat bersama oleh jaringan tiroid yang menyatu di bagian tengah oleh bagian sempit kelenjar yang berbentuk seperti dasi kupu-kupu dan yang melin¬tasi trakea di sebelah depan. Merupakan kelenjar yang terdapat di dalam leher bagian depan bawah, letaknya berada di atas trakea, tepat dibawah laring.
Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroid. Hormon tiroid ini dibagi menjadi 2 jenis yaitu yang mengandung tiroksin (t4 ) dan triioditironin ( t3 ). Di luar tiroid sebagian besar t4 yg disekresikan diubah jadi t3. Sebagian besar t3 dan t4 diangkut di darah dalam keadaan terikat ke protein plasma tertentu.
Sel sekretorik utama hormon tiroid tersusun membentuk gelembung berongga berisi koloid yang membentuk unit fungsional yaitu folikel dan menjadi sel folikel. Di ruang interstisium diantara folikel terdapat sel sekretorik ( sel c) yang menghasilkan hormon kalsitonin. Sel folikel memfagosit koloid berisi tiroglobulin untuk melakukan sekresi hormon tiroid.
Atas pengaruh hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofise lobus anterior, kelenjar tiroid ini dapat mempro¬duksi hormon tiroksin. Adapun fungsi dari hormon tiroksin yaitu mengatur metabolisme tubuh baik metabolisme karbohidrat, protein dan lipid. Hormon Liotironin yang merupakan bahan baku thyroksin dengan syarat harus ada ion iodium yang terdapat di dekat laut atau hasil dari laut seperti ikan, garam yang beriodium. Hormon Kalsitonin yang merupakan bahan baku pembentukkan parathormon yang juga disekresikan oleh kelenjar parathyroid dan berfungsi untuk mengatur kadar kalsium (ion Ca2+) dalam darah.
Struktur kelenjar tiroid terdiri atas sejumlah besar vesikel-vesikel yang dibatasi oleh epitelium silinder, disa¬tukan oleh jaringan ikat. Sel-selnya mengeluarkan sera, cairan yang bersifat lekat yaitu Koloidae tiroid yang me¬ngandung zat senyawa yodium dan dinamakan hormon tiroksin.

Fungsi kelenjar tiroid, terdiri dari:
a) Bekerja sebagai perangsang proses oksidasi.
b) Mengatur penggunaan oksidasi.
c)Mengatur pengeluaran karbondioksida.
d) Metabolik dalam hal pengaturan susunan kimia dalam jaringan.
e)Pada anak mempengaruhi perkembangan fisik dan mental.

3. Kelanjar Paratiroid

Terletak disetiap sisi kelenjar tiroid yang terdapat di dalam leher, kelenjar ini bedumlah 4 buah yang tersusun ber¬pasangan yang menghasilkan para hormon atau hormon para tiroksin. Masing-masing melekat pada bagian belakang kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid menghasilkan hormon yang ber¬fungsi mengatur kadar kalsium dan fosfor di dalam tubuh. Kelenjar paratiroid memiliki panjang kira-kira 6 mm, lebar 3 mm, dan tebal 2 mm. Jika dilihat secara mikroskopik kelenjar ini terlihat seperti lemak berwarna coklat kehitam-hitaman. Kelenjar ini sulit ditemukan karena tampak seperti lobus kelenjar tiroid. Fungsi paratiroid adalah Mengatur metabolisme fospor dan Mengatur kadar kalsium darah.

Hipofungsi, mengakibatkan penyakit tetani. Contohnya pada keadaan Hipoparatiroidisme terjadi kekurangan kalsium di dalam darah atau hipokalsemia mengakibatkan keadaan yang disebut tetani, dengan gejala khas kejang khususnya pada tangan dan kaki disebut karpopedal spasmus, gejala-gejala ini dapat diringankan dengan pemberian kalsium.
Hiper¬fungsi, mengakibatkan kelainan-kelainan seperti kele¬mahan pada otot-otot, sakit pada tulang, kadar kalsium dalam darah meningkat begitu juga dalam urin, dekol¬sifikasi dan deformitas, dapat juga terjadi patah tulang spontan. Contohnya pada keadaan Hiperparatiroidisme biasanya ada sangkut pautnya de¬ngan pembesaran (tumor) kelenjar. Keseimbangan distri¬busi kalsium terganggu, kalsium dikeluarkan kembali dari tulang dan dimasukkan kembali ke serum darah. Akibatnya terjadi penyakit tulang dengan tanda-tanda khas beberapa bagian kropos. disebut osteomielitis fibrosa sistika karena terbentuk kristal pada tulang, kalsiumnya diedarkan di dalam ginjal dan dapat menyebabkan batu ginjal dan kega¬galan ginjal. Kelainan-kelainan di atas dapat juga terjadi pada tumor kelenjar paratiroid.

4. Kelenjar Adrenal

Merupakan kelenjar suprarenal yang jumlahnya ada 2, terdapat pada bagian atas dari ginjal kiri dan kanan. Ukurannya berbeda-beda, beratnya rata-rata 5 sampai dengan 9 gram. Secar struktural dan fungsional kelenjar adrenal terdiri dari 2 kelenjar endokrin yg menyatu yaitu bagian korteks dan medulla.

Kelenjar suprarenal ini terbagi atas 2 bagian yaitu:
a) Bagian luar yang berwarna kekuningan yang mengha¬silkan kortisol yang disebut korteks. Korteks adrenal ini secara histologis terdiri dari 3 lapisan (zona), yaitu Zona glomerulosa yang menghasilkan mineralokortikoid (95 % aldosteron) yang berfungsi untuk keseimbangan elektrolit dan homeostasis tekanan darah, Zona fasikulata ( menghasilkan glukokortikoid) yang memiliki efek metabolik , berperan dalam adaptasi thd stress, dan Zona retikularis (glukokortikoid) dan hormon kelamin / seks (gonadokortikoid).

b) Bagian medula yang menghasilkan adrenalin (epinefrin) dan nor adrenalin (nor epinefrin).

Madrenal ini terdiri dari sel-sel kromafin ( modifikasi neuron simpatis) yg bergerombol di sekitar kapiler darah dan sinusoid. Bagian iniMensekresi katekolamin ( neuron pascaganglion yg mengalami modifikasi ) yaitu Epinefrin yang merangsang jantung, saraf simpatis dan aktifitas metabolik dan Norepinefrin yang mempengaruhi vasokonstriksi perifer dan tek darah.
Zat-zat ini disekresikan dibawah pengendalian sistem persarafan simpatis. Sekresinya bertambah dalam keadaan emosi seperti marah dan takut, serta dalam keadaan asfiksia dan kelaparan. Peningkatan jumlah zat menaik¬kan tekanan darah guna melawan shok. Sedangkan Noradrenalin menaikan tekanan darah dengan jalan merangsang serabut otot didalam dinding pembuluh darah untuk berkontraksi, adrenalin membantu metabolisme kar bohidrat dengan jalan menambah pengeluaran glukosa dari hati.
Beberapa hormon terpenting yang disekresikan oleh korteks adrenal adalah Hidrokortison, Aldosteron dan Kor¬tikosteron. Semuanya bertalian erat dengan metabolisme, pertumbuhan fungsi ginjal dan kondisi otot.
Fungsi kelenjar supra renalis bagian korteks yaitu Mengatur keseimbangan air, elektrolit dan garam¬, Mengatur/mempengaruhi metabolisme lemak, hidrat arang dan protein, dan Mempengaruhi aktifitas jaringan limfoid. Fungsi kelenjar suprarenalis bagian medula terdiri dari Vaso konstriksi pembuluh darah perifer dan Relaksasi bronkus.
Hipofungsi, menyebabkan penyakit addison. sedangkan Kelainan-kelainan yang timbul akibat hiperfungsi mirip dengan tumor suprarenal bagian korteks dengan ge¬jala-gejala pada wanita biasa, terjadinya gangguan pertum¬buhan seks sekunder.

5. Pankreas

Terdapat pada belakang lambung di depan vertebra lum¬balis I dan II terdiri dari sel-sel alpa dan beta. Sel alpa menghasilkan hormon glukagon sedangkan sel-sel beta menghasilkan hormon insulin. Hormon yang diberikan untuk pengobatan diabetes, insulin merupakan sebuah protein yang dapat turut dicer¬nakan oleh enzim-enzim pencernaan protein. Fungsi hormon insulin adalah mengendalikan kadar glukosa dan bila digunakan sebagai pengobatan, memperbaiki kemampuan sel tubuh untuk mengobservasi dan menggunakan glukosa dan lemak.
Pulau Langerhans, Pulau-pulau langerhans berbentuk oval tersebar di seluruh pankreas dan terbanyak pada bagian kedua pankreas.Dalam tubuh manusia terdapat 1-2 juta pulau-pulau langerhans, sel dalam pulau ini dapat dibedakan atas dasar granulasi dan pewarnaannya separuh dari sel ini mensekresi insulin, yang lainnya menghasilkan polipeptida dari pankreas diturunkan pada bagian eksokrin pankreas.

Fungsi kepulauan Langerhans adalah Sebagai unit sekresi dalam pengeluaran homeostatik nutrisi, rnenghambat sek¬resi insulin, glikogen dan polipeptida pankreas serta meng¬nambat sekresi glikogen. Pulau Langerhans ini mengeluarkan Sel alfa yang mensekresi hormon Glukagon untuk meningkatkan kadar gula darah, Sel beta yang mensekresi hormon Insulin yang fungsinya untuk menurunkan kadar gula darah, Sel delta mensekresi hormon Somatostatin yang fungsinya menghambat pelepasan insulin dan glucagon, dan Sel f yang menghasilkan polipeptida pankreatik dan fungsinya untuk mengatur fungsi eksokrin pancreas.

6. Kelenjar Pineal

Kelenjar ini terdapat di dalam otak, di dalam ventrikel ber¬bentuk kecil merah seperti sebuah Gemara. Terletak dekat korpus. Fungsinya belum diketahui dengan jelas, kelenjar ini menghasilkan sekresi interns dalam membantu pankreas dan kelenjar kelamin. Hormon yang dihasilkan adalah hormon melatonin yang fungsinya untuk mengatasi jet lag atau perbedaan waktu antara negara bagi yg bepergian. Melatonin ini paling banyak di produksi pada malam hari, dan paling rendah pada jam 12 siang.

7. Kelenjar Timus

Kelenjar ini terletak di dalarn mediastinum di belakang os sternum, kelenjar timus ini hanya dijumpai pada anak-anak di bawah 18 tahun. Kelenjar timus terletak di dalam toraks kira-kira setinggi bifurkasi trakea, warnanya kemerah-merahan dan terdiri atas 2 lobus. Pada bayi baru lahir sangat kecil dan ¬beratnya kira-kira 10grarn atau lebih sedikit. Ukurannya bertambah pada masa remaja dari 30-40 gram kemudian berkerut lagi. Kelenjar timus ini merupakan penghasil hormon peptida yaitu timosin dan timopietin yang berfungsi dalam perkembangan normal lymfosit dan respon imun tubuh. Hormon yang dihasilkan kelenjar timus ber¬fungsi untuk mengaktifkan pertumbuhan badan dan mengurangi aktifitas kelenjar kelamin.

8. Kelenjar Kelamin

Kelenjar kelamin ini terdiri dari kelenjar Testika yang terdapat pada pria. Letaknya di skrotum dan menghasilkan hormon testosteron. Fungsi hormon testosterone adalah menentukan sifat kejan¬tanan, misalnya adanya jenggot, kumis, jakun dan lain-lain, menghasilkan sel mani (spermatozoid) serta mengontrol pekerjaan seks sekunder pada laki-laki. Dan kelenjar ovarika yang terdapat pada wanita dan terletak pada ovarium di samping kiri dan kanan uterus. Kelenjar ini menghasilkan hormon progesteron dan estrogen, hor¬mon ini dapat mempengaruhi pekerjaan uterus serta mem¬berikan sifat kewanitaan, misalnya pinggul yang besar, bahu sempit dan lain-lain.

Struktur endokrin lain penghasil hormon

1. Jantung, faktor atrial natriuretic yang menyebabkan urine bergaram
2. Gaster, yang menghasilkan gastrin dan berfungsi untuk membantu dalam proses gerak peristaltik yang teratur pada lambung, membentuk makanan yang padat menjadi lunak atau dalam bentuk cair (chime) sehingga mudah dicerna oleh usus halus
3. Plasenta, hormon estrogen dan hormon progesteron, HCG ( tes kehamilan)
4. Ginjal, hormon eritropoietin yang produksi eritrosit
5. Kulit, kolekalsiferol yang menyebabkan Vitamin D tidak aktif dan sinar matahari yang diaktifkan di ginjalmembuat vit d3 lalu absorpsi ion Ca dari usus.

Kesimpulan

Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Fungsi mereka satu sama lain saling berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu. Sistem endokrin memiliki fungsi untuk mempertahankan hemoestatis, membatu mensekresikan hormon-hormon yang bekerja dalam sistem persyarafan, pengaturan pertumbuhan dan perkembangan dan kontrol perkembangan seksual dan reproduksi.