Berikut 12 Penjelasan Litosfer (Kerak Bumi)

Berikut kang Darus akan membahas tentang penjelasan 12 komposisi atau struktur litosfer (kerak bumi).

 

Berikut 12 Komposisi atau struktur litosfer (Kerak Bumi)
1. Feldspar Piroksen,
2. Biotit atau mika cokelat,
3. Klorit
4. Dolomit
5. Biji Besi Hematit
6. Limonit
7. Kuarsa (Si02),
8. Mika Putih,
9. Olivin
10. Amphibol
11. Kalsit
12. Limonit

 

Penjelasan Litosfer

Kata litosfer ini berasal dari bahasa Yunani, yakni berasal dari kata “lithos” yang artinya adalah berbatu dan “sphere” yang memiliki lapisan. Jadi dapat dikatakan bahwa pengertian litosfer tersebut merupakan lapisan paling luar atau juga Kulit Bumi. Secara umum lapisan kulit bumi tersebut disusun mengkuti bentuk muka bumi serta juga terdiri dari batuan dan juga mineral. Dalam istilah umum litosfer tersebut sering kita sebut dengan permukaan bumi. Terdapat dua bagian utama litosfer, yakni litosfer atas atau yang sering kita dengan sebutan dengan permukaan daratan (penyusun 1/3 atau sekitar 35% bagian litosfer) serta juga litosfer bawah atau yang lebih sering kita sebut dengan sebutan dasar lautan (penyusun 2/3 atau sekitar 65% bagian litosfer).

Macam-macam Batuan Penyusun Litosfer

Batuan merupakan kumpulan mineral yang sudah membeku. Batuan tersebut juga merupakan elemen kulit bumi yang menyediakan mineral-mineral anorganik dengan melalui proses pelapukan serta menghasilkan tanah. Batuan tersebut mempunyai komposisi mineral, sifat-sifat fisik, dan juga umur yang bermacam-macam. Litosfer tersebut disusun oleh tiga (3) macam jenis batuan utama yang bahan dasarnya itu adalah lava yang membeku, Dibawah ini merupakan macam-macam batuan penyusun litosfer, diantaranya :

1. Batuan Beku

Batuan beku ini merupakan batuan yang terbentuk disebabkan karena adanya pembentukan magma dan juga lava yang membeku. Magma tersebut merupakan batuan cair dan juga sangat panas yang berada di perut bumi sedangkan lava ialah magma yang mencapai permukaan bumi. Batuan beku tersebut terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya :
1. Batu Apung
2. Batu Obsidian
3. Batu Granit
4. Batu Basalt
5. Batu Diorit
6. Batu Andesit
7. Batu Gabro

2. Batuan Sedimen

Batuan sedimen ini ialah batuan yang terbentuk disebabkan karena pengendapan hasil pelapukan dan juga pengikisan batuan yang hanyut oleh air atau juga terbawa oleh tiupan angin. Endapan tersebut menjadi keras disebakan karena tekanan atau terdapat zat-zat yang melekat pada bagian-bagian endapan tersebut. Batuan sedimen tersebut terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya sebagai berikut:
1. Batu Konglomerat
2. Batu Pasir
3. Batu Serpih
4. Batu Gamping
5. Batu Breksi
6. Stalaktit dan Stalagmit
7. Bau Lempung

3. Batuan Metamorf

Batuan metamorf atau juga batuan malihan ini ialah batuan yang berasal dari batuan sedimen atau batuan beku yang mengalami perubahan disebabkan karena panas dan tekanan. Terdapat banyak jenis batuan metamorf diantaranya :
1. Batu Pualam (Batu Marmer)
2. Batu Sabak
3. Batu Gneiss (Ganes)
4. Batu Sekis
5. Batu Kuarsit
6. Batu Milonit

Berikut Penjelasan Batuan Sedimen

a. Batuan Sedimen Kontinental adalah batuan sedimen yang proses pengendapannya terjadi di laut, contohnya terjadi di tanah los dan tanah gurun pasir.

b. Batuan Sedimen Marine. Sesuai dengan namanya, proses pengendapan batuan sedimen marine terjadi di laut, seperti di endapan radiolaria di laut dalam, lumpur biru di pantai, dan lumpur merah.

c. Batuan Sedimen Lakustre, adalah batuan sedimen yang pengendapannya terjadi di danau, misalnya, tuf danau dan tanah liat danau.