Pengertian Hipertensi, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Penanganan

Hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik yang lebih dari 90 mmHg.
Hipertensi adalah sebagai peningkatan tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmHg atau tekanan diastolik sedikitnya 90 mmHg. Hipertensi tidak hanya beresiko tinggi menderita penyakit jantung, tetapi juga menderita penyakit lain seperti penyakit syaraf, ginjal, dan pembuluh darah dan makin tinggi tekanan darah makin besar resikonya. (Sylvia A.price)

PENYEBAB

1. Stres
Stres dan kondisi emosi yang tidak stabil juga dapat memicu tekanan darah tinggi. Namun demikian, stres merupakan faktor risiko yang bisa dikendalikan.
2. Faktor keturunan (genetik)
3. Usia
4. Asupan garam
5. Kolesterol
6. Obesitas
7. Merokok
8. Alkohol dan
9. Kurang olahraga

 Tanda dan gejala

1. Sakit kepala
2. Pusing
3. Penglihatan buram
4. Denyut jantung tidak teratur
5. Kelelahan
6. Mual
7. Telinga berdenging
8. Susah berkonsentrasi
9. Gelisah

Pencegahan

1. Menjaga berat badan ideal
Berat badan berlebih bisa menyebabkan sesorang lebih beresiko terserang hipertensi.
2. Berolahraga secara rutin
Sesorang yang aktif berolahraga akan lebih terhindar dari risiko hipertensi.
3. Konsumsi makanan yang rendah lemak dan kaya serat
Misalnya, roti dari biji-bijian utuh, beras merah, serta buah dan sayuran.
4. Kurangi mengkonsumsi garam
Batasi dalam makanan tidak lebih dari satu sendok teh
5. Kurangi konsumsi alkohol
6. Berhenti merokok
Meski rokok tidak menyebabkan hipertensi secara langsung, tetapi rokok bisa membuat arteri menyempit.

Penanganan Hipertensi

1. Mengurangi asupan garam dan lemak.
2. Mengurangi atau menghilangkan kebiasaan merokok
3. Berhenti merokok bagi yang merokok
4. Menurunkan berat badan bagi yang kegemukan
5. Olahraga yang teratur
6. Istirahat yang cukup
7. Hidup tenang

 Pemeriksaan penunjang

1. Pemeriksaan Laboratorium
– Hb/Ht : untuk mengkaji hubungandari sel-sel terhadap volume cairan (viskositas) dan dapat mengindikasikan faktor resiko seperti: hipokoagulabilitas, anemia.
– BUN/kreatinin: memberikan informasi tentang perfusi/fungsi ginjal.
– Glucosa: Hiperglikemi (DM adalah pencetus hipertensi) dapat diakibatkan oleh pengeluaran kadar ketokolamin.
– Urinalisa: darah, protein, glukosa, mengisaratkan disfungsi ginjal dan ada DM.
2. CT Scan: Mengkaji adanya tumor cerebral, encelopati.
3. EKG: Dapat menunjukan pola regangan, dimana luas peninggian gelombang P adalah salah satu tanda dini penyakit jantung hipertensi.
4. IUP: Mengidentifikasikan penyebab hipertensi seperti: Batu ginjal, perbaikan ginjal
5. Photo dada: Menunjukan destruksi klasifikasi pada area katup, pembesaran jantung