Berikut Penjelasan, Fungsi Redoks

Pada artikel kali ini kang darus akan membahas tentang Penjelasan, Fungsi Redoks.

Fungsi redoks antara lain sebagai berikut;
1. Reaksi fotosintetis.
2. Memahami fenomena korosi logam serta cara pencegahannya.
3. Pengolahan bijih-bijih logam di industri pertambangan
4. Penggunaan lumpur aktif untuk mengolah limbah.
5. Oksidasi makanan dalam sel
6. Alat-alat dapur yang terbuat dari stainless steel tersebut tidak berkarat disebabkan karena permukaannya itu selalu dilapisi oksida akibat proses oksidasi yang continue.
7. Pembuatan asam sulfat untuk keperluan industri.
8. Metabolisme seluruh organ-organ tubuh menggunakan reaksi redoks.

 

Penjelasan

Pengertian Redoks merupakan sebuah istilah yang menjelaskan adanya suatu perubahan bilangan oksidasi (keadaan oksidasi) atom-atom didalam sebuah reaksi kimia. Redoks ini merupakan singkatan dari reduksi serta oksidasi.

Adapun arti dari oksidasi ini ialah pelepasan elektron oleh sebuah molekul, atom serta ion, reaksi kenaikan bilangan oksidasi (biloks) serta juga reaksi pengikatan oksigen. Sedangkan untuk reaksi reduksi ini ialah reaksi penangkapan elektron, reaksi penurunan bilangan oksidasi (biloks) dan juga reaksi pelepasan oksigen.

Redoks “reaksi Reduksi / Oksidasi” adalah istilah yang menggambarkan perubahan bilangan oksidasi (keadaan oksidasi) atom dalam reaksi kimia. Hal ini dapat berupa proses redoks yang sederhana seperti oksidasi karbon untuk menghasilkan karbon dioksida, atau reduksi karbon oleh hidrogen menghasilkan metana (CH4), atau dapat menjadi proses yang kompleks seperti oksidasi gula pada tubuh manusia melalui serangkaian kompleks transfer elektron.

Meskipun cukup tepat untuk digunakan dalam berbagai tujuan, penjelasan ini tidak tepat benar. Oksidasi serta reduksi tepatnya merujuk pada perubahan bilangan oksidasi untuk transfer elektron yang sebenarnya tidak akan selalu terjadi.

Dengan demikian, oksidasi tersebut lebih baik didefinisikan sebagai peningkatan bilangan oksidasi, serta reduksi ialah sebagai penurunan oksidasi. Dalam prakteknya, transfer elektron ini akan selalu mengubah bilangan oksidasi, namun terdapat banyak reaksi yang diklasifikasikan ialah sebagai “redoks” walaupun tidak terdapat reaksi transfer elektron (misalnya yang melibatkan ikatan kovalen).

Reaksi non-redoks yang tidak melibatkan perubahan muatan formal (biaya resmi) dikenal dengan istilah reaksi metatesis.

Oksidator dan reduktor

Senyawa yang mempunyai kemampuan untuk dapat mengoksidasi senyawa lain dikatakan ialah sebagai oksidatif dan dikenal ialah sebagai oksidator atau juga agen oksidasi. Oksidan ini menghilangkan elektron dari senyawa lain, sehingga mengurangi sendiri. Oleh sebab itu ia “menerima” elektron, ia juga disebut ialah sebagai penerima elektron.

Ciri-ciri reaksi redoks

Dibawah ini terdapat beberapa ciri dari reaksi redoks didalam kehidupan sehari-hari yang diantaranya ialah sebagai berikut :

  1. Terdapat unsur bebas misalnya CI2 (klorin), Cu (Cuprum), O2 (oksigen).
  2. Terjadi suatu perubahan biloks (bilangan oksidasi).
  3. Terdapat reduktor (pereduksi) merupakan suatu zat yang mengalami oksidasi.
  4. Terdapat oksidator (pengoksidasi) merupakan suatu zat yang mengalami reduksi.