Simak Berikut mengenai Perbedaan home dan house

Pada artikel kali ini kang darus akan membahas tentang Penjelasan Perbedaan home dan house

Penjelasan HOUSE

HOUSE adalah salah satu jenis bangunan. Struktur bangunan yang mereka maksud, sebelum jadi, biasanya disebut dengan house atau rumah. Si pembicara pun biasanya menjelaskan bangunan-bangunan yang ia lihat di suatu area, ia tidak memiliki kelekatan emosi terhadap bangunan tersebut, sehingga itulah yang dimaksud dengan rumah.

House dapat memiliki berbagai macam bentuk, mulai dari gubuk kecil, pondokan, hingga struktur yang lebih kompleks dan tetap dengan bahan-bahan seperti kayu, bata, pualam, dan memiliki ventilasi, listrik, serta pipa ledeng untuk mendukung sistem tersebut sebagai tempat tinggal.

Kini yang disebut dengan rumah biasanya terdiri dari, paling tidak, dua kamar tidur dan sebuah kamar mandi, dapur, dan ruang keluarga. Itupun untuk model yang paling sederhana. Sedangkan pada zaman dahulu, yang disebut sebagai house lebih mengarah pada hal-hal domestik dan agrikultural karena sebuah keluarga akan tinggal bersama dengan hewan ternak yang mereka miliki, seperti ayam, bebek, babi, dll. Sehingga ada bagian khusus di rumah yang digunakan untuk kandang atau berternak.

Perhatikan contoh kalimat penggunaan house berikut ini:

  • There are 50 houses in the block of this complex (Ada 50 rumah di blok kompleks ini).
  • This lane has 10 houses on either side (Jalan ini memiliki 10 rumah di kedua sisi jalannya).
  • I don’t think my husband would agree to purchase that house, it’s way beyond our price range (Kurasa suamiku tidak akan setuju untuk membeli rumah itu, harganya jauh di luar rentang yang kami sanggup bayar).

 

Penjelasan HOME

HOME merujuk pada tempat di mana seseorang tinggal dan merasa layak di sana. Orang akan menyebut struktur bangunan yang sudah jadi dan mulai menempatinya bersama dengan keluarga sebagai home. Emosi seseorang dibangun di sekitar bangunan atau kediaman yang mereka tempati.

Home ibaratnya adalah salah satu anggota keluarga yang merupakan benda mati. Hal ini tentu berbeda dengan hotel atau guest house, yang meski memiliki banyak ruangan di dalamnya dan sebuah keluarga dapat tinggal selama beberapa waktu di dalamnya, tetap tidak dapat disebut sebagai rumah.

Home merupakan rumah yang pemiliknya memiliki kelekatan emosi khusus, tidak hanya karena rumah tersebut merupakan tempatnya untuk berteduh dari panas dan hujan, tetapi juga karena adanya rasa kepemilikan terhadap bangunan tersebut. Perhatikan contoh berikut ini:
  • Please, make yourself at home (Silakan buat dirimu serasa berada di rumahmu sendiri).
  • That house is terribly big and mesmerizing, but the whole time I was there, all I wanted was to go home (Rumah tersebut sungguh besar dan memukau, tapi selama aku ada di sana, yang kuinginkan hanyalah pulang ke rumah).

Anda bisa merasakan, bukan, bahwa pada kalimat kedua saat si pembicara sedang mengunjungi rumah orang lain, ia tidak merasa nyaman berada di sana? Sehingga si pembicara menyebut rumah tersebut sebagai house sedangkan tempat tinggalnya sendiri sebagai home. Apakah Anda sendiri paham dan bisa merasakan bedanya?

Sehingga perbedaan mendasar antara house dan home dapat disimpulkan menjadi:

  1. Baik house maupun home merujuk pada tempat tinggal, tetapi ada perbedaan secara psikologis dan makna emosional keduanya.
  2. House lebih merupakan sebuah struktur bangunan yang terbuat dari semen dan batu bata. Ketika seseorang menyebut house, maka ia lebih merujuk pada bentuk fisik, sedangkan home lebih merujuk pada perasaan emosional.
  3. Home adalah tempat di mana orang tinggal dan merasa layak, berhak, nyaman berada di sana. Sehingga house dapat menjadi home ketika orang-orang, biasanya keluarga, sudah tinggal di dalamnya, sekaligus sudah memiliki kelekatan dengan bangunan tersebut.
  4. Perasaan
  5. Perbedaan keduanya kerap kali nampak dan terasa lewat frase-frase yang digunakan. Seperti contoh kalimat pertama dalam seksi home di atas.
  6. Secara esensial, house dapat dibeli sedangkan home tidak dapat dibeli.
  7. Orang-orang yang tidak punya tempat tinggal sendiri disebut dengan homeless, bukan houseless. Itu karena homeless juga sekaligus menunjukkan bahwa seseorang tidak punya keluarga atau kerabat, sehingga mereka tidak punya suatu tempat yang dapat mereka anggap sebagai milik mereka.

Singkatnya, home adalah tempat di mana kita, terutama hati dan pikiran kita, merasa ada di rumah. Sedangkan house dapat digunakan untuk merujuk bangunan lainnya yang tidak berhubungan atau memiliki kelekatan khusus terhadap pemilik atau orang yang menempatinya, seperti misalnya: warehouse (gudang), rest house (rumah untuk istirahat), hingga office (kantor). Tetapi home selalu berarti tempat di mana suatu keluarga tinggal dengan damai di dalamnya.