Berikut Mengenal Pertanyaan Integrasi Nasional

Pada artikel kali ini kang darus akan membahas tentang Penjelasan, Integrasi Nasional

Integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional.

Faktor Pendorong Integrasi Nasional, Faktor Pendukung Integrasi Nasional dan Faktor Penghambat Integrasi Nasional. Kita semua wajib untuk mengikut sertakan diri dalam menjaga integrasi nasional dari berbagai macam ancaman, gangguan, hambatan yang datang dari mana saja baik dari luar maupun dalam.

Berikut adalah faktor pendorong, pendukung dan penghambat integrasi nasional.

Faktor pendorong:

  1. Adanya rasa yang senasib dan seperjuangan yang diakibatkan oleh faktor-faktor sejarah.
  2. Adanya ideologi nasional yang tercermin di dalam simbol negara yakni Garuda Pancasila dan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
  3. Adanya sikap tekad dan keinginan untuk kembali bersatu di dalam kalangan Bangsa Indonesia seperti yang telah dinyatakan di dalam Sumpah Pemuda.
  4. Adanya ancaman dari luar yang menyebabkan adanyadan munculnya semangat nasionalisme dalam kalangan Bangsa Indonesia.

Berikut ini merupakan contoh kasus integrasi sosial:

Konflik sampit yang terjadi antara suku Dayak asli dan warga migran Madura di Kalimantan. Konflik tersebut pecah pada 18 Februari 2001 ketika dua warga Madura diserang oleh sejumlah warga Dayak. Konflik Sampit mengakibatkan lebih dari 500 kematian, dengan lebih dari 100.000 warga Madura kehilangan tempat tinggal.

Sedangkan faktor-faktor penghambat integrasi nasional antara lain:

  • Masyarakat Indonesia yang heterogen dengan masing-masing kebudayaan daerahnya, bahasa daerah, agama yang dianut, ras dan sebagainya.
  • Luas wilayah negara yang terdiri dari ribuan kepulauan dan dikelilingi lautan.
  • Masih besarnya ketimpangan dan ketidakmerataan pembangunan dan hasil-hasil pembangunan menimbulkan berbagai rasa tidak puas dan keputusasaan di masalah SARA, gerakan separatisme dan kedaerahan, demonstrasi dan unjuk rasa.
  • Pada beberapa suku bangsa, masih menomorsatukan kelebihan budayanya dibanding budaya suku bangsa lain. Hal ini yang disebut dengan paham “etnosentrisme”.