Simak Berikut Ini Penjelasan Perbedaan roman dan Novel

Pada artikel kali ini kang darus akan membahas perbedaan roman dan Novel

Pengertian Roman

Roman merupakan narasi prosa panjang yang mengisahkan tokohnya dari awal kehidupan hingga kematian. Peristiwa di dalam sebuah karya Roman sangat multiple.

Ciri-Ciri Roman

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri roman, yakni sebagai berikut:

  1. Roman mengisahkan mengenai seorang tokoh fiktif.
  2. Dalam roman tokoh dikisahkan mulai dari kelahiran sampai ajal menjemputnya.
  3. Mempunyai jalann cerita yang lengkap.
  4. Watak tokoh dikisahkan secara terperinci.

Perbedaan Roman dan Novel

Roman dan Novel merupakan dua karya sastra yang berbeda. Menurut perngertian dalam sastra Jerman, berikut ini beberapa hal yang membedakan roman dari novel, yakni :

  • Roman merupakan cerita yang dijabarkan secara panjang lebar, menceritakan tokoh-tokoh atau peristiwa-peristiwa fiktif. Sedangkan novel merupakan sebuah cerita yang menyajikan peristiwa dengan panjang cerita yang melebihi cerpen akan tetapi lebih pendek daripada roman.
  • Novel ditulis dengan banyak penggunaan repertoar atau realitas eksternal dalam peristiwa historis.
  • Dalam segi kedalaman cerita, roman menggambarkan kronik kehidupan tokohnya secara lebih rinci dan mendalam. Sedangkan novel hanya berfokus pada suatu peristiwa luar biasa yang terjadi dalam kehidupan tokoh cerita, dimana peristiwa tersebut menimbulkan krisis atau pergolakan batin yang mengubah nasib dari tokoh tersebut.

Jenis-Jenis Roman

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis roman, yakni sebagai berikut:

1. Berdasarkan Penggambaran Utama Dalam Cerita

Berdasarkan penggambaran utama dalam cerita, terdapat  beberapa jenis, antara lain:

  • Figurenroman (Roman Tokoh), roman jenis ini menitikberatkan penggambaran seorang atau beberapa tokoh di dalam cerita. Atau dengan kata lain fokus utama cerita pada roman jenis ini berkisar pada tokoh yang ada di dalamnya. Salah satu contoh roman jenis ini adalah roman klasik Kisah Tiga Kerajaan.
  • Raumroman (Roman Dunia), roman jenis ini lebih mengutamakan penggambaran tentang sebuah dunia dalam ceritanya.
  • Handlungsroman (Roman Tindakan), roman jenis ini mengisahkan pembentukan suatu tingkah laku atau tindakan yang menarik. Atau dengan kata lain  fokus utama dalam cerita ini adalah tentang suatu kejadian atau tindakan.

2. Berdasarkan Penitikberatan Cerita

  • Roman Kriminal dan Detektif

Roman yang digolongkan menjadi roman  kriminal menjadikan psikologi seorang penjahat sebagai fokus utama ceritanya. Sedangkan jenis roman detektif lebih menekankan ceritanya pada teka-teki atau kasus yang harus dipecahkan oleh seorang tokoh detektif dengan kemampuan analisis dan melacaknya. Ketika membaca roman jenis ini, pembaca seolah-olah diajak untuk ikut berpikir bagaimana menghadapi suatu masalah, memperkirakan apa yang akan terjadi, hingga ikut larut dalam ketegangan menanti akhir cerita.

Contoh roman criminal dan detektif , sebagai berikut:

  1. Roman karya Suman Hasibuan, yakni ‘Mencari Pencuri Anak Perawan’. Roman ‘Mencari Pencuri Anak Perawan’ ini menceritakan tentang tokoh Sir Jon, yang diceritakan berjiwa detektif, yang berusaha merebut kembali tunangannya, Nona, dari tangan tokoh bernama Taro, yang diceritakan memiliki berbagai tipu muslihat untuk mempengaruhi orang tua Nona agar menikahkan gadis itu dengannya.
  2. Roman ‘Percobaan Seria’ dan ‘Kasih Tak Terlerai’ karya Suman Hasibuan pula, serta roman karya Adi Soma ‘Cincin Stempel’.

  • Roman Petualangan (Abenteuerroman)

Dalam tulisannya, Bittner (2006) mengungkapkan jika roman petualangan pertama kali ditulis pada abad ke-20 dan diperkenalkan sebagai roman jenis baru yang berbeda dari roman adat istiadat. Roman jenis ini mempunyai ciri khas, yaitu memberikan gambaran riil tentang sebuah kejadian lewat tingkah laku tokoh. Dalam roman jenis ini, situasi-situsi akan berubah secara cepat, selain itu setiap tempat kejadian didalam cerita tersebut sebagian besar menjadi latar kejadian yang luar biasa, menimbulkan ketegangan, namun juga memberikan hiburan. Lebih lanjut, Bittner (2006) menguraikan apabila titik berat pada roman petualangan adalah tokoh utama dalam cerita nantinya akan pergi dari dunia yang sehari-hari dijalaninya menuju ke dunia baru yang asing dan berbahaya, namun nantinya sang tokoh akan berhasil menaklukkan dunia tersebut setelah melewati  rintangan rintangan berbahaya.

Berikut ini beberapa ciri ciri roman petualangan, antara lain:

  • Tujuan perjalanan tokoh dalam cerita biasanya menyelamatkan seseorang atau menyelamatkan dunia sang tokoh.
  • Biasanya diceritakan melalui sudut pandang tokoh utama.
  • Tokoh utama mempresentasikan kebaikan dan biasanya dikisahkan berjuang melawan kejahatan atau kekuasaan yang menyengsarakan hingga akhirnya menang.
  • Disusun dalam bahasa yang lebih sederhana dan deskriptif.
  • Biasanya berupa cerita tunggal.
  • Dibangun dalam alur yang pendek yang menyampaikan kejadian aktual dengan cara langsung dan mudah dimengerti.