Apa itu glukosa penjelasan lengkap

Pada artikel kali ini kang Darus akan membahas tentang penjelasan Glukosa secara lengkap.

Glukosa adalah karbohidrat yang paling umum dan nutrisi penting dalam tubuh manusia. Gula ini diklasifikasikan sebagai monosakarida, serta aldosa, heksosa, dan gula pereduksi. Nama alternatif untuk glukosa adalah dekstrosa, nama yang berasal dari istilah dextrorotatory. Ini berarti bahwa glukosa adalah isomer optik yang menggeser cahaya terpolarisasi bidang ke kanan. Status dextrorotatory Glukosa juga mengklasifikasikan karbohidrat sebagai D-isomer. Nama umum untuk glukosa adalah gula darah, meskipun bisa juga ada di luar tubuh.

Ciri-ciri Glukosa

Secara kimia, glukosa adalah molekul organik yang terdiri dari rantai karbon, hidrogen, dan oksigen. Setiap molekul memiliki 6 atom karbon, yang terhubung ke 7 ion hidrogen, 1 ion oksigen, dan 5 ion hidroksida. Sementara bentuk rantai dari molekul ini adalah yang paling sederhana, molekul glukosa lebih sering membentuk struktur cincin yang disebut bentuk kursi siklik. Hanya 0,02 persen molekul glukosa dalam larutan air yang mempertahankan struktur molekul rantai sederhana.

Jenis Glukosa

Meskipun glukosa terkenal karena perannya dalam produksi energi hewani, gula juga ada dalam kehidupan tanaman. Klorofil pada tanaman mensintesis glukosa menggunakan karbon dioksida dari udara dan energi dari cahaya matahari. Sintesis ini menghasilkan pati yang dapat disimpan oleh tanaman untuk penggunaan energi di masa depan.

Kadar Glukosa

Semua manusia membutuhkan sejumlah glukosa dalam darah mereka untuk mempertahankan energi dan fungsi organ yang tepat. Untuk orang dewasa yang sehat, konsentrasi khas glukosa dalam darah adalah antara 65 dan 110 mg / mL, atau miligram per mililiter darah. Penderita diabetes seringkali memiliki kadar glukosa darah yang lebih tinggi, karena penurunan insulin untuk menghilangkan gula. Dalam kasus seperti itu, kadar antara 70 dan 130 mg / mL adalah umum sebelum makan, sedangkan kadar glukosa dapat naik di atas 180 mg / mL setelah makan.

 

Metabolisme Glukosa

Semua sel dengan tiada hentinya mendapat glukosa ; tubuh mempertahankan kadar glukosa dalam darah yang konstan, yaitu sekitar 80-100 mg/dl bagi dewasa dan 80-90 mg/dl bagi anak, walaupun pasokan makanan dan kebutuhan jaringan berubah-ubah sewaktu kita tidur, makan, dan bekerja.


Proses ini disebut homeostasis glukosa. Kadar glukosa yang rendah, yaitu hipoglikemia dicegah dengan pelepasan glukosa dari simpanan glikogen hati yang besar melalui jalur glikogenolisis dan sintesis glukosa dari laktat, gliserol, dan asam amino di hati melalui jalur glukonoegenesis dan melalui pelepasan asam lemak dari simpanan jaringan adiposa apabila pasokan glukosa tidak mencukupi.


Kadar glukosa darah yang tinggi yaitu hiperglikemia dicegah oleh perubahan glukosa menjadi glikogen dan perubahan glukosa menjadi triasilgliserol di jaringan adiposa. Keseimbangan antar jaringan dalam menggunakan dan menyimpan glukosa selama puasa dan makan terutama dilakukan melalui kerja hormon homeostasis metabolik yaitu insulin dan glukagon.


  • Metabolisme glukosa di hati

Jaringan pertama yang dilewati melalui vena hepatika adalah hati.Di dalam hati, glukosa dioksidasi dalam jalur-jalur yang menghasilkan ATP untuk memenuhi kebutuhan energi segera sel-sel hati dan sisanya diubah menjadi glikogen dan triasilgliserol. Insulin meningkatkan penyerapan dan penggunaan glukosa sebagai bahan bakar, dan penyimpanannya sebagai glikogen serta triasilgliserol.


Simpanan glikogen dalam hati bisa mencapai maksimum sekitar 200-300 g setelah makan makanan yang mengandung karbohidrat. Sewaktu simpanan glikogen mulai penuh, glukosa akan mulai diubah oleh hati menjadi triasilgliserol.


  • Metabolisme glukosa di jaringan lain

Glukosa dari usus, yang tidak dimobilisis oleh hati, akan mengalir dalam darah menuju ke jaringan perifer. Glukosa akan dioksidasi menjadi karbon dioksida dan air. Banyak jaringan misalnya otot menyimpan glukosa dalam jumlah kecil dalam bentuk glikogen


  • Metabolisme glukosa di otak dan jaringan saraf

Otak dan jaringan saraf sangat bergantung kepada glukosa untuk memenuhi kebutuhan energi. Jaringan saraf mengoksidasi glukosa menjadi karbon dioksida dan air sehingga dihasilkan ATP. Apabila glukosa turun di ambang di bawah normal, kepala akan merasa pusing dan kepala terasa ringan. Pada keadaan normal, otak dan susunan saraf memerlukan sekitar 150 g glukosa setiap hari.


  • Metabolisme glukosa di sel darah merah

Sel darah merah hanya dapat menggunakan glukosa sebagai bahan bakar. Ini kerana sel darah merah tidak memiliki mitokondria, tempat berlangsungnya sebagian besar reaksi oksidasi bahan seperti asam lemak dan bahan bakar lain. Sel darah merah memperoleh energi melalui proses glikolisis yaitu pengubahan glukosa menjadi piruvat.