Ciri-ciri Tanah Liat, Sifat dan Contoh Produk yang Dihasilkan

Posted on

Tanah merupakan bagian bumi yang memiliki peran sangat vital bagi kehidupan, berbagai macam jenis tanah dapat ditemukan di berbagai daerah tergantung letak geografis mulai dari tanah humus, tanah pasir, tanah liat dan sebagainya.

Mengingat pentingnya peran tanah dalam kehidupan, artikel ini akan mengulas salah satu diantara sekian jenis tanah yaitu mengenai tanah liat yang mencakup pengertian, jenis, ciri-ciri tanah liat, sifat dan contoh produk yang dihasilkan.

 

A. Pengertian Tanah Liat

Tanah liat biasa juga disebut dengan lempung merupakan salah satu jenis tanah berupa partikel mineral yang memiliki kandungan leburan alumunium yang halus dan unsur silika dengan diameter kurang dari 4 mikrometer.

Tanah liat terbentuk melalui proses pelapukan batuan silika oleh asam karbonat dan beberapa dihasilkan dari aktivitas panas bumi. Tanah liat ketika dalam keadaan kering akan membentuk gumpalan keras, namun ketika basah tanah liat akan bertekstur lengket.

Hal tersebut dikarenakan jenis mineral tanah liat yang mendominasinya. Mineral tanah liat digolongkan berdasarkan susunan lapisan oksida silikon dan oksida aluminium yang membentuk kristalnya.

Adapun jenis golongan tanah liat diantaranya, Golongan 1:1 mempunyai lapisan satu oksida silikon dan satu oksida aluminium, sedangkan golongan 2:1 mempunyai dua lapis golongan oksida silikon dan satu lapis oksida aluminium, sehingga pada golongan ini tanah liat mempunyai sifat elastis yang kuat, ketika kering dia akan menyusut bahkan beberapa diantaranya akan berwujud kerutan dan pecah-pecah, sementara pada keadaan basah tanah liat akan membesar.

Ciri-ciri Tanah Liat, Sifat dan Contoh Produk yang Dihasilkan
Ciri-ciri Tanah Liat, Sifat dan Contoh Produk yang Dihasilkan

B. Sifat-sifat Tanah Liat

Seorang pakar Hardiyatmo (1999) menyebutkan mengenai sifat-sifat yang dimiliki tanah liat atau lempung secara umum yaitu sebgai berikut:

a. Memiliki ukuran butir halus kurang dari 0,002 mm
b. Memiliki permeabilitas rendah
c. Memiliki sifat melekat yang tinggi (kohesif)
d. Memiliki kemampuan mengembang dan menyusut yang tinggi
e. Proses penggabungan atau konsolidasi lambat

 

C. Jenis-Jenis Tanah Liat

1. Tanah Liat Primer

Wahyu, dkk. (2009), memaparkan tanah liat primer (residu) merupakan jenis tanah liat yang terbentuk melalui proses pelapukan batuan feldspatik oleh tenaga endogen yang tidak berpindah dari batuan induk (batuan asalnya), maka tanah liat primer memiliki kemurnian yang lebih tinggi daripada tanah liat sekunder. Dalam pembentukan tanah liat primer tenaga air dan tenaga uap panas memiliki pengaruh yang signifikan.

See also  Simak Berikut mengenai Perbedaan for dan while

Tanah liat primer memiliki wujud berwarna putih atau putih kusam, karena dalam pembentukannya tidak terbawa arus air serta tidak mengalami kontaminasi dengan bahan organic, seperti seperti humus, ranting, daun busuk dan lain-lain. Suhu matang yang dimiliki tanah liat primer berkisar antara 1300 –1400 derajat celcius, bahkan ada pula yang mencapai 1750 derajat celcius.

Adapun jenis tanah liat yang termasuk ke dalam tanah liat primer yaitu kaolin, bentonite, feldspatik, kwarsa, dan dolomite. Jenis-jenis tanah liat primer tersebut pada umumnya dapat dijumpai pada tempat-tempat yang lebih tinggi dibandingkan letak tanah liat sekunder. Batu-batuan yang terdapat disekitar tanah liat primer akan memebri pengaruh perubahan warna, misalnya biasanya batuan keras seperti basalt dan andesit akan membubuhkan warna merah alami pada tanah liat, sementara batuan granit akan membubuhkan warna putih alami pada tanah liat.

2. Tanah Liat Sekunder

Wahyu, dkk. (2009), mengemukakan bahwa tanah liat sekunder atau tanah sedimen (endapan) merupakan jenis tanah liat yang terbentuk melalui pelapukan batuan feldspatik yang berpindah jauh dari batuan induknya dikarenakan adanya tenaga eksogen yang mengakibatkan butiran-butiran tanah liat lepas kemudian mengendap di daerah rendah semisal lembah sungai, tanah rawa, tanah marine, dan tanah danau.

Perpindahan tanah yang disebabkan oleh air dan angina tersebut berdampak pada perubahan terhadap sifat-sifat kimia maupun fisika tanah liat diantaranya seperi ukuran partikel-partikel yang lebih halus dan lebih elastis dibandingkan tanah liat primer. Hal demikian disebabkan adanya kontaminasi dengan bahan-bahan organik maupun anorganik .

Pada pembentukan tanah liat sekunder pergerakan air memiliki memiliki dampak yang signifikan, apabila gerakan arus air deras maka arus air akan menggerus mineral tanah liat akibatnya partikel-partikel tanah liat semakin menipis dan berkurang. Jika arus air melambat, maka partikel cenderung lebih berat lalu mengendap dan meningglakan partikel yang halus dalam larutan. Namun ketika arus air tenang seperti di danau atau di laut, maka partikel – partikel yang halus akan mengendap di dasarnya.

See also  Berikut Penjelasan Narrative Text

Dikarenakan proses pembentukan tanah liat sekunder melalui proses yang panjang yaitu dipengaruhi arus air serta terkontaminasi dengan bahan organik dan anorganik menyebabkan warna tanah liat sekunder berwujud krem, abu-abu, coklat, merah jambu, kuning dengan suhu matang yang dimiliki antara 900 -1400 derajat celcius.

 

C. Ciri-ciri Tanah Liat

1. Ciri-ciri Tanah Liat Secara Umum

a. Memiliki daya serap yang rendah bahkan sukar menyerap air sehingga tidak direkomendasikan untuk dijadikan lahan pertanian.
b. Memiliki tekstur tanah cenderung lengket jika dalam keadaan basah serta kuat menyatu antara butiran tanah yang satu dengan lainnya.
c. Jika pada keadaan kering tekstur tanah sangat keras dengan ukuran butiran tanahnya terpecah-pecah dengan halus.
d. Merupakan bahan baku pembuatan tembikar dan kerajinan tangan lainnya yang dalam pembuatannya harus dibakar dengan suhu di atas 1000 derajat celcius.

2. Ciri-ciri tanah liat primer

a. Memiliki warna putih cerah hingga putih kusam
b. Tekstur tanah cenderung memiliki butiran-butiran yang kasar,
c. Tidak elastis,
d. Memiliki kemampuan lebur tinggi,
e. Memiliki kemampuan susut kecil,
f. Bersifat tahan api
g. Bersifat sangat rapuh Jika keadaan kering, bahkan mudah ditumbuk menjadi tepung.

3. Ciri-ciri tanah liat sekunder

a. Kurang murni.
b. Tekstur tanah cenderung berbutir halus.
c. Bersifar elastis.
d. Memiliki warna krem, abu-abu, coklat, merah jambu, kuning, kuning muda, kuning kecoklatan, kemerahan, dan kehitaman.
e. Memiliki kemampuan susut tinggi.
f. Memiliki kemampuan lebur rendah

 

D. Manfaat Tanah Liat

Tanah liat tentunya kaya akan manfaat dalam kehidupan , adapun manfaat tanah liat dalam berbagai bidang diantaranaya sebagai berikut.

1. Kesehatan

Manfaat pertama yang dapat kita peroleh yaitu dalam bidang kesehatan, salah satunya yaitu mampu menyembuhkan sakit perut. Hal tersebu karena pada tanah liat terdapat kandungan zat sponge yang berfungsi menyerap racun dalam tubuh.
Selain itu, tanah liat juga memiliki kandungan zat besi dan zink yang berguna bagi kesehatan tubuh terutama dapat mengurangi rasa sakit pada luka ringan.

2. Sebagai Bahan Bangunan

Manfaat selanjutnya yang dapat kita peroleh dari tanah liat yaitu dapat dijadikan sebagai bahan baku membuat kerajinan bahan bangunan. Contohnya genting, keramik, batu bata dan sebagainya.

3. Kecantikan

Manfaat berikutnya yaitu dapat digunakan sebagai bahan kecantikan atau perawatan kulit. Mungkin manfaat dalam segi ini masih dianggap absurd sehingga pemanfaatannya masih jarang. Namun, ternyata tanah liat bisa digunakan sebagai bahan alami untuk masker wajah atau lulur badan karena kandungan kaolin dan bentonit dipercaya dapat mengencangkan dan menghaluskan kulit wajah dan badan.

See also  Simak Berikut mengenai Perbedaan frasa dan klausa

E. Contoh Produk Tanah Liat

Beberapa daerah di Indonesia yang memiliki geografis penghasil tanah liat sudah dipastikan masyarakatnya menggunakan tanah liat sebagai komoditas dan sumber penghasilan. Pasalnya, tanah liat bisa dijadikan bahan dasar dalam membuat berbagai bentuk kerajinan sehingga menghasilkan produk yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Adapun contoh produk yang dihasilkan dari bahan dasar tanah liat diantaranya sebagai berikut.

1. Jenis produk tembikar atau terakota. Produk ini dalam proses pembuatannya harus melalui pembakaran sekitar suhu 1000 derajat celcius. Contoh produk tembikar diantaranya batu bata merah, genting, lubang angin-angin, hiasan genting.
2. Jenis produk gerabah atau perkakas yang dibuat melalui pembekaran suhu antara 1.200 sampai 2000 derajat celcius. Contoh produk gerabah seperti kendi, gentong, cobek, tutup pengukus, pot bunga, dan celengen.
3. Jenis produk kerami seperti mangkuk sayur, piring, cangkir, tatakan, dan teko.
4. Jenis produk porselin diantaranya tegel, perlengkapan saniter, dan isolator listrik.

 

Penutup

Berdasarkan pemaparan di atas kita mengetahui Negara Indonesia merupakan Negara yang dianugrahi kekayaan alam termasuk tanah yang mana salah satu jenis tanah dapat diperoleh berbagai manfaatnya termasuk tenah liat.

Melalui keterampilan yang mumpuni tanah liat bisa dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan berbagi produk, dari mulai kerajinan tangan untuk membuat produk yang dapat membantu kehidupan manusia sampai kerajinan tangan yang hanya bersifat hiasan yang mengandung nilai estetik.

Dengan demikian tanah liat selain bermanfaat bagi kesehatan, kecantikan bisa juga dijadikan sumber penghasilan bagi pengrajin Indonesia dalam membuat berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi yang fantastis.

Demikian uraian mengenai ciri-ciri tanah liat, sifat dan contoh produk yang dihasilkan semoga melalui artikel bisa bermanfaat bagi segenap pembaca yang membutuhkan informasi mengenai tanah liat.