Link New Full Video Faisalabad Girl Tortured Viral On Twitter

Posted on

kangdarus.com – Link New Full Video Faisalabad Girl Tortured Viral On Twitter

Video Gadis Faisalabad Disiksa Viral di Twitter setelah seorang pria memaksa salah satu gadis untuk menjilat sepatunya karena menolak lamaran pernikahan.

Untuk memenuhi egonya, seorang pria dan krunya menculik seorang mahasiswa kedokteran, Khadija Mehmood, dari rumahnya di Faisalabad. Mereka menyiksanya tanpa ampun sebagai hukuman karena menolak menikah.

Pada hari Selasa, terdakwa Sheikh Danish dan kaki tangannya tidak hanya melakukan pelecehan seksual terhadap gadis Khadijah tetapi juga merekam video.

Menurut laporan, wanita itu diusir secara paksa dari rumahnya, dituduh oleh Denmark bersama putrinya Ana Sheikh dan para penjaga. Para pria yang dituduh membawa wanita itu ke kediaman mereka di University Town, Faisalabad memaksanya untuk menjilat sepatunya dan merekam kejadian memalukan itu.

Sebagai pembalasan, mereka juga menyiksanya, memotong rambutnya dan mencukur alisnya. Sebuah video penyiksaan, yang terjadi pada 9 Agustus, muncul pada Rabu pagi dan menjadi viral di media sosial.

Korban mengaku menolak menikah dengan ayah pacarnya, dipermalukan, disiksa dan direkam. Diakuinya, bahkan temannya mendesaknya untuk menerima tawaran itu. CCPO Faisalabad Umar Saeed Malik melihat kejadian tersebut dan mendaftarkan sebuah kasus di kantor polisi wanita terhadap para pelakunya.

Polisi setempat menangkap enam tersangka Denmark yakni Maham, Khan Muhammad, Shoaib, Faizan dan Ashghar yang terlibat dalam kasus tersebut.

Tautan video Faisalabad Girl Disiksa

Kini ketersediaan video tersebut di media sosial telah melihat beberapa komentar, banyak yang diberikan oleh keluarga tersangka.

Jika Anda tertarik dengan konten rekaman yang sedang tren, Anda dapat melihatnya melalui tautan berikut.

Video viral

Ini dia review Video Faisalabad Girl Disiksa yang belakangan ini menjadi fokus perhatian berbagai pengguna dunia maya.

See also  Viral Link New Conjoined twins separated with help of virtual reality in Brazil