Pengertian Mengenai Administrasi

Posted on

Pengertian Mengenai Administrasikangdarus.com – Pengertian Administrasi Secara Umum, Administrasi berasal dari bahasa latin : Ad = intensif dan ministrare = melayani, membantu, memuaskan. Administrasi mengacu pada kegiatan atau upaya untuk membantu, melayani, mengarahkan atau mengelola gerakan dari setiap jenis dalam mencapai suatu tujuan. Administrasi adalah bisnis dan kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan kebijakan untuk mencapai tujuan.

Administrasi dari perspektif ketat adalah kegiatan yang meliputi: catatan, korespondensi, akuntansi ringan, menulis, agenda, dll khusus administrasi. Administrasi dari perspektif yang luas adalah seluruh proses kolaborasi antara dua atau lebih individu untuk mencapai tujuan dengan itu produktif dan layak untuk menggunakan infrastruktur tertentu itu.Pengertian Administrasi Menurut Para Ahli

Berikut ini merupakan pengertian administrasi menurut para ahli :

Administrasi adalah fungsi komunikasi pelaksanaan dan jasa dari slip organisasi.

  • 2. George Terry

administrasi adalah pengendalian, dan pengorganisasian kerja, serta mobilisasi mereka yang menerapkannya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

  • 3. (Sondang.P. Siagian, 1973)

Administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang atau lebih berdasarkan rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

  • 4. William Leffingwell dan Edwin Robinson

Administrasi adalah cabang dari manajemen yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan kantor yang efisien, kapan dan di mana pekerjaan itu harus dilakukan.

  • 5. Ulbert

Administrasi dari perspektif tipis dicirikan sebagai kesiapan sistematis dan pencatatan informasi dan data baik di dalam maupun dari jarak jauh untuk memberikan data dan membuatnya lebih mudah untuk memulihkan sebagian atau setiap bit terakhirnya. Pengertian administrasi yang terbatas lebih dikenal dengan istilah Administrasi.

  • 6. Munawardi Reksohadiprowiro

Yang dimaksud dengan “dari sudut pandang sempit” adalah pemerintahan, termasuk rencana permainan yang apik dan sistematis serta kepastian fakta dan ditulis dengan tujuan untuk memperoleh pandangan yang komprehensif dan hubungan antara fakta dan fakta lainnya.

  • 7. Menurut Wijana

Administrasi adalah “kombinasi dari semua Negara biaya rendah dan tinggi menjalankan pemerintahan dan polisi pelakanaan.

  • 8. Leonard D. White (1958)

Administrasi adalah proses yang umum di semua upaya kelompok di kedua perusahaan publik atau swasta.

  • 9. Wiliaw H. Newman (1963)

Administrasi adalah kepemimpinan dan pengawasan kelompok usaha individu untuk mencapai tujuan bersama.

  • 10. Menurut WH EVANS

Administrasi adalah fungsi yang berkaitan dengan manajemen dan arah semua tahap operasi perusahaan dalam bahan pengolahan informasi, komunikasi, dan memori organisasi.

  • 11. Menurut Simon 1958

Administrasi sebagai kegiatan kelompok yang mengadakan kerjasama untuk menyelesaikan tugas bersama-sama.

  • 12. FX.Soedjadi 1989

Administrasi adalah kegiatan prosedur usaha kantor (catatan, mengetik, menggandakan, dan sebagainya).

  • 13. Menurut Drs. Sutarto (1977) mengatakan

Administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam kerja sama mencapai tujuan tertentu.

  • 14. Soewarno Handayaningrat

mengatakan “Administrasi hampir tidak berasal dari kata Administratie (Belanda) yang meliputi kegiatan mencatat, surat menyurat, akuntansi ringan, mengarang, agenda, dll yang bersifat khusus” (1988:2).

  • 15. Menurut M/E Dimock Dan G.O Dimock

Administrasi Negara adalah bagian dari manajemen kebijakan yang memiliki bidang yang lebih luas, yaitu studi tentang bagaimana institusi dari keluarga ke negara kepercayaan terstruktur, didorong dan diarahkan.

  • 16. Bachsan Mustafa, SH

Administrasi Negara adalah kombinasi dari posisi – posisi yang dibentuk dan diatur bertingkat dipercayakan kepada tubuh – membuat badan hukum – hukum dan badan – badan kehakuman.

  • 17. Wilson 1987

Administrasi sebagai ilmu. Pemikiran tentang otoritas kepemimpinan supremasi politik regulasi yang timbul dari perbedaan antara fungsi politik dan administrasi, dan asumsi tentang keunggulan fungsi administrasi politik. Slogan klasik yang pernah ditawarkan ketika kapasitas politik berakhir, kapasitas administratif dimulai, ketika politik berakhir, pemerintahan – Wilson 1941.

  • 18. John M. Pfiffer dan Robert V

Manajemen kebijakan adalah suatu proses yang berhubungan dengan pelaksanaan kebijakan pemerintah, mengarahkan keterampilan dan teknik yang tidak terbatas jumlahnya, memberikan bimbingan dan tujuan kepada berbagai individu.

  • 19. Menurut Prof. Dr. Prajudi Atmosudirdjo

Administrasi Negara melakukan fungsi bantuan pemerintah berarti pemerintah (pejabat) tidak dapat memenuhi tugas – tugas tanpa administrasi Negara.

  • 20. Ordway Tead (1953)

menjelaskan bahwa administrasi adalah usaha yang luas mencakup segala bidang untuk memimpin, mengusahakan, mengatur kegiatan kerjasama manusia yang ditujukan pada tujuan-tujuan dan maksud-maksud tertentu.

  • 21. Menurut The Liang Gie

mengatakan “Administrasi secara luas adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu”(1980:9).

  • 22.menurut Prof. Dr. S Prajudi Atmosudirjo, S.H.

Administrasi adalah proses dan tata kerja yang terdapat pada setiap usaha, apakah usaha kenegaraan atau swasta, usaha sipil atau militer, usaha besar atau kecil.

  • 23. Menurut Dwight Waldo (1971)

Administrasi adalah suatu bentuk daya upaya manusia yang kooperatif yang mempunyai tingkat rationaliteit yang tinggi.

  • 24. Elix A. Nigro dan Lloyd G. Nigro (1977:18)

Menyimpulkan bahwa administrasi adalah :

1) usaha kelompok yang bersifat kooperatif yang diselenggarakan dalam satu lingkungan publik
2) meliputi seluruh cabang pemerintahan serta merupakan pertalian diantara cabang pemerintahan (eksekutif, yudikatif, dan legislatif).
3) Mempunyai peranan penting dalam perumusan kebijaksanaan publik (public policy) dan merupakan bagian dari proses politik
4) Amat berbeda dengan administrasi privat
5) Berhubungan erat dengan kelompok-kelompok privat dan individual dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

  • 25. Menurut Syamsi (1985:10)

“administrasi adalah seluruh kegiatan dalam setiap usaha kerjasama yang dilakukan oleh sekelompok atau lebih orang-orang secara bersama-sama dan simultan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan”.

  • 26. Menurut Soepardi (1988:7)

“ administrasi adalah keseluruhan proses kegiatan-kegiatan kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok atau lebih oarang-orang secara bersama-sama dan simultan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

  • 27. Menurut Drs. Saafroedin Bahar

Admiistrasi ialah seluruh kegiatan-kegiatan atau proses penyelenggaraan dalam setiap usaha kelompok kerjasama manusia untuk mencapai tujuan tertentu.

  • 28. Menurut Achmad Ichsan, SH. Dalam Tata Administrasi Kekaryawanan

Administrasi diterjemahkan sebagai sistem eksekusi dengan pernyataan yang mencakup pemikiran administrasi dalam arti “organisasi dan dewan” serta dalam arti seperangkat undang-undang umumnya, sedangkan eksekusi menunjukkan pengakuan dalam melakukan rencana permainan. .

  • 29. Menurut Stephen Robbins

dikutip oleh Ulbert Silalahi menyatakan “Administrasi adalah proses universal mahir menyelesaikan kegiatan dengan dan melalui individu lain”.

  • 30. Menurut Harris Muda Nasution

dalam bukunya “Administrative Knowledge Course”, sebagai berikut: “Dari sudut pandang yang sempit dan, anehnya, dalam istilah biasa, Administrasi berarti administrasi. Administrasi adalah tugas yang mengatur semua urusan yang berhubungan dengan penulisan, surat menyurat dan pencatatan/pencatatan setiap perubahan atau peristiwa yang terjadi di dalam organisasi.

  • 31. Arifin Abdulrachman (1971) mengemukakan pula bahwa,

Administrasi dalam arti administrasi, kegiatannya meliputi pengambilan surat, penyimpanan surat, surat menyurat, penyalinan, pembukuan atau kartografi, pada dasarnya berbagai pekerjaan yang ada hubungannya dengan apa yang disebut kertas kerja, bahkan yang meliputi penetapan keputusan dan pertemuan.

See also  Simak Berikut mengenai Perbedaan etika dan hukum

Ciri-ciri Administrasi

  1. Adanya kelompok manusia yang terdiri atas 2 orang atau lebih.
  2. Adanya kerja sama
  3. Adanya proses/usaha
  4. Adanya bimbingan, kepemimpinan, dan pengawasan
  5. Adanya tujuan

Jenis Administrasi

  1. Administrasi publik
  2. Administrasi lingkungan hidup
  3. Administrasi negara
  4. Administrasi niaga
  5. Administrasi pembangunan
  6. Administrasi kependudukan
  7. Administrasi keuangan
  8. Administrasi pendidikan

Unsur-Unsur Administrasi

Kegiatan yang sifatnya tolong menolong mencakup bidang yang sangat luas dimana partisipasi selalu melekat pada kegiatan manusia seperti yang ditunjukkan oleh The Liang Gie yang disebut administrasi; “Seluruh proses pemilahan dalam setiap upaya yang menyenangkan dari suatu pertemuan untuk mencapai tujuan tertentu”. Dari definisi The Liang Gie, kita mendapatkan tiga unsur administrasi yang terdiri dari:

  1. Kegiatan melibatkan dua orang atau lebih
  2. Kegiatan dilakukan secara bersama-sama
  3. Ada tujuan tertentu yang hendak dicapai.

Tiga unsur tersebut berkaitan erat satu sama lain dan terpadu. Jika salah satunya tidak ada maka kegiatan tersebut tidak dapat disebut sebagai administrasi.

Hubungan Antar Makna dan Defenisi Administrasi

Walaupun ungkapannya berbeda, setiap definisi yang dirujuk di atas memiliki esensi yang sama, yaitu administrasi survei yang spesifik sebagai suatu jenis kegiatan, kegiatan kerja, kegiatan, kegiatan atau usaha. Namun kegiatan yang dilakukan merupakan satu macam dan merupakan rangkaian kegiatan.

Jadi, sebenarnya administrasi harus dilihat sebagai rangkaian, tetapi juga bisa dilihat sebagai perspektif. Begitu luasnya bidang yang dicakup oleh istilah administrasi, bahkan Robert Prestus mengungkapkan bahwa ruang lingkup ilmu-ilmu sosial lainnya adalah karena kerjasama dalam setiap aspek kehidupan.

Cabang-Cabang Ilmu Administrasi

Secara umum ilmu administrasi dibagi dalam dua cabang besar yakni : adminitrasi negara dan administrasi niaga perbedaan antara dua cabang ilmu ini terletak pada fokus pembahasan atau objek studi.

  • Administrasi Negara

Manajemen kebijakan memiliki banyak definisi, yang umumnya dapat dipisahkan menjadi dua kategori. Pertama, definisi yang melihat penyelenggaraan negara hanya dalam cabang eksekutif. Kedua, pengertian yang melihat ruang lingkup ketatanegaraan mencakup semua cabang pemerintahan dan hal-hal yang berhubungan dengan masyarakat umum.

Ada hubungan intuitif antara administrasi negara dan lingkungan sosialnya. Di antara berbagai unsur lingkungan sosial tersebut, komponen budaya merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap penyelenggaraan ketatanegaraan.

Sejarah Pertumbuhan Administrasi Negara

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa ada tali sejarah yang merangkai kemajuan penyelenggaraan negara. Apa yang telah dicapai dan disampaikan oleh pemerintahan status saat ini, tidak lepas dari upaya tak kenal lelah yang telah dilakukan oleh para pendiri dan pengurus sebelumnya. Administrasi modern sarat dengan upaya untuk turun ke ruang terbuka untuk melakukan setiap kegiatannya untuk mengakui kemakmuran dan melayani kepentingan umum. Oleh karena itu, administrasi negara tidak dilihat sebagai administrasi “masyarakat umum”, tetapi sebenarnya adalah administrasi “untuk rakyat pada umumnya”.

Ide ini sebenarnya bukan hal baru. Arahan seperti itu jelas disiarkan dalam ajaran Konfusius dan dalam “Pidato Peringatan” Pericles, bahkan dalam kehidupan orang Mesir kuno. Bukti sejarah jelas membuktikan upaya sistematis yang ditempuh oleh tokoh-tokoh seperti Cicero dan Casiodorus. Selama abad keenam belas kedelapan belas, tonggak untuk pembentukan administrasi negara Jerman dan Austria ditetapkan oleh Cameralists yang melihat administrasi sebagai inovasi. Manajemen kebijakan juga mendapat pertimbangan penting di Amerika, terutama setelah bangsa itu merdeka.

Apa yang dikemukakan Cicero dalam De Officiis, misalnya, dapat ditemukan dalam kumpulan prinsip-prinsip umum dari kerajaan-kerajaan lama. Yang sebagian besar muncul di antaranya adalah harapan bahwa penyelenggara negara akan melakukan kegiatan untuk kepentingan umum dan selalu mendorong kemakmuran individu. Dengan kata lain, penyelenggara negara tidak boleh merogoh kocek jabatannya (penghinaan) untuk kesejahteraannya sendiri.

Pendekatan Administrasi Negara Modern

Kemajuan transformatif manajemen kebijakan digambarkan melalui pendekatan tradisional, pendekatan sosial, pendekatan produksi keputusan (decisional) dan pendekatan lingkungan. Secara khusus, metodologi tradisional mengungkapkan dampak ilmu politik, sebagai induk dari administrasi negara, pendekatan yang bijaksana dalam administrasi dan dampak Gerakan Manajemen Ilmiah terhadap perbaikan administrasi negara.

Di antara keempat pendekatan yang diusulkan, tidak ada pendekatan yang lebih unggul dari pendekatan lainnya, karena setiap pendekatan berhasil pada saat tertentu, selain kesadaran bahwa setiap pendekatan memiliki kelebihan dan kekurangan.

Karena administrasi mengandung berbagai disiplin ilmu, sehingga pendekatan dan metodologi dalam administrasi juga berfluktuasi, administrasi negara merupakan bidang studi yang unik. Lebih jauh lagi, sulit untuk menerapkan satu-satunya cara terbaik untuk menangani aspek administrasi tertentu secara khusus. Akan lebih bermanfaat jika menggunakan keempat pendekatan yang ditunjukkan oleh penekanan fenomena yang diamati.

Dampak politik pada administrasi negara selalu luar biasa, terlepas dari jamnya. Hal ini karena fenomena di semua negara yang menunjukkan bahwa setiap pemerintahan terdiri dari tiga cabang pemerintahan (legislatif, eksekutif, dan hukum).

Hubungan yang berkesinambungan antara administrasi dan politik mencerminkan kesinambungan hubungan antara lembaga eksekutif dan legislatif, sebagaimana tercermin dalam dua tahap pemerintahan, khususnya tahap politik dan tahap administrasi. Jika tahap pertama adalah tahap pendefinisian pendekatan, maka tahap kedua adalah tahap pelaksanaan penataan yang tidak kaku pada tahap pertama.

Pentingnya studi administrasi negara

Manajemen kebijakan memiliki banyak definisi yang berbeda satu sama lain, sesuai dengan ruang lingkup dan fokus utama. Namun, jika administrasi negara dibandingkan dengan organisasi sosial lainnya, dengan cepat terungkap bahwa administrasi negara memiliki karakteristik khusus yang tidak dimiliki organisasi lain. Caiden (1982) menunjukkan tujuh spesifik administrasi negara, khususnya

  1. Kehadiran administrasi negara tidak bisa dihindari.
  2. Administrasi Negara mengharapkan kepatuhan.
  3. Administrasi Negara mempunyai prioritas.
  4. Administrasi Negara mempunyai kekecualian.
  5. Manajemen puncak Administrasi Negara adalah politik.
  6. Penampilan Administrasi Negara sulit diukur
  7. Lebih banyak harapan yang diletakkan pada Administrasi Negara
See also  Berikut Penjelasan Lengkap Integrasi Nasional,

Identifikasi Administrasi Negara

  1. Identifikasi terhadap administrasi negara, menurut pandapat Gerald E. Caiden, dapat ditempuh melalui lima cara berikut:
    Identifikasi administrasi pemerintahan.
    b. Identifikasi organisasi publik.
    c. Identifikasi orientasi sikap administrasi.
    d. Identifikasi proses yang bersifat khusus.
    e. Identifikasi aspek public
  2. Administrasi negara tidak bisa diidentifikasikan hanya atas dasar salah satu dari ke empat indikator berikut : administrasi pemerintahan, organisasi publik, sikap administrasi dan proses yang bersifat khusus.
  3. Lima identifikasi mengandung unsur yang bersifat umum, yakni : administrasi negara menunjukkan aktivitas komunal yang diorganisasikan secara publik, dalam arahan politik, dan beroperasi berdasarkan kaidah-kaidah publik.

Peranan Administrasi Negara

Signifikansi studi administrasi negara terkait dengan cara hidup menjadi tidak berarti, selain dari kegiatan yang bersifat publik. Segala hal yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang bersifat publik telah diingatkan dalam pengertian ketatanegaraan, khususnya dalam mengkaji pengaturan publik.

Dalam proses pemajuan sebagai konsekuensi dari pandangan bahwa administrasi negara adalah dorongan utama perbaikan, administrasi negara membantu untuk bekerja pada kemampuan administrasi. Artinya, selain memberikan keterampilan di bidang prosedur, teknik, dan mekanika, studi administrasi akan memberikan pengetahuan ilmiah tentang bagaimana mengkoordinasikan semua energi sosial dan menilai kegiatan.

Dengan demikian, kepastian penyelenggaraan publik, baik dalam tahap perincian, pelaksanaan, penilaian, atau akhir, selalu dikaitkan dengan aspek produktivitas, kepraktisan, kebijaksanaan, ekonomi, dan antusiasme terhadap sistem nilai yang dominan.

Tugas administrasi negara semakin dibutuhkan dalam ranah globalisasi yang sangat menekankan pada pedoman persaingan bebas. Secara politik, tugas administrasi negara adalah menjaga stabilitas negara, baik dari segi integritas teritorial maupun integritas politik. Secara finansial, tugas administrasi negara adalah untuk memastikan kapasitas moneter publik untuk menghadapi dan mengalahkan persaingan di seluruh dunia.

Krisis Identitas

Krisis identitas yang dialami oleh administrasi negara, sebagaimana ditunjukkan oleh Henry (1995:21), berkisar pada pertanyaan bagaimana administrasi negara melihat dirinya di masa lalu. Secara mendalam, krisis identitas menunjukkan bahwa:

  1. Krisis identitas yang dihadapi administrasi Negara bertu mpu pada tiadanya kesepakatan tentang administrasi Negara sebagai ilmu ataukah bukan.
  2. Sesuatu pengetahuan dapat dipandang sebagai ilmu apabila memenuhi dua ukuran berikut :
    • Mempunyai paradigm teoritis
    • Mempunyai teori inti
  3. Nicholas Henry menunjukkan adanya lima paradigm administrasi Negara yang terdiri dari :
  • Dikhotomi politik-administrasi (1900-1927)
  • Prinsip-prinsip administrasi (1927-1937)
  • Administrasi Negara sebagai ilmu politik (1950-sampai sekarang)
  • Administrasi Negara sebagai ilmu administrasi (1956-1970)
  • Administrasi Negara sebagai administrasi Negara (1970-sampai sekarang).
  1. Administrasi Negara dapat dipandang sebagai studi multi disipliner yang bersifat eklektis karena banyak konsep yang dipinjam dari ilmu-ilmu lain.

Hubungan Administrasi Negara dengan ilmu-ilmu lain

  1. Administrasi negara, sebagai bagian dari ilmu sosial, hidup dalam lingkungan sosial tertentu, sehingga pengakuan kegiatannya selalu terkait erat dengan berbagai cabang ilmu sosial, terutama dengan sejarah, studi sosial manusia, ekonomi, administrasi bisnis, psikologi, sosiologi dan ilmu-ilmu sosial. ilmu Politik.
  2. Perspektif administarsi Negara akan lebih gampang diungkapakan dengan mempergunakan analisis sejarah dan antropolgi budaya. Penggunaan analisis antropologi budaya akan melengkapi analisis sejarah.
  3. Ilmu ekonomi menyumbangkan analisis biaya dan manfaat, sedang administrasi niaga menyumbangkan konsep PPBS dan makna Gerakan Manajemen Ilmiah kepada administrasi negara. Sementara ilmu jiwa membantu untuk memahami individu dalam situasi administrasi.
  4. Sosiologi telah memberikan pambahasan yang mendalam mengenai birokrasi dan kooptasi, yang merupakan hal-hal yang amat menonjol dalam studi administrasi Negara.

Masalah Focus dan Locus dari Administrasi Negara

  1. Menurut pendapat Maurice Spiers pendekatan-pendekatan dalam administrasi negara adalah pendekatan matematik, sumber daya manusia dan sumber daya umum. Sedang menurut Robert Presthus adalah pendekatan institusional, struktural, perilaku, dan pasca perilaku. Bagi Thomas J. Davy pendekatan yang dimaksud terdiri dari manajerial, psikologis, politis, dan sosiologis.
  2. Pendekatan proses administrasi memandang administrasi sebagai satu proses kerja yang dipergunakan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Pendekatan ini juga seringkali disebut dengan pendekatan operasional.
  3. Pendekatan empiris hendak melakukan generalisasi atas kasus-kasus yang telah terjadi secara sukses. Pendekatan ini seringkali disebut juga sebagai pendekatan pengalaman.
  4. Pendekatan perilaku manusia memandang bahwa pencapaian tujuan-tujuan organisasi tergantung pada penerapan prinsip-prinsip psikologis. Pendekatan ini telah menampilkan aspek manusia sebagai elemen utama administrasi.
  5. Pendekatan sistem sosial memandang administrasi sebagai satu sistem sosial. Kesadaran akan berbagai keterbatasan organisasi dapat menumbuhkan semangat kerjasama di antara anggota-anggota organisasi.
  6. Pendekatan matematik memandang model-model matematik dapat diterapkan pada administrasi, dengan tujuan untuk melakukan peramalan.
  7. Pendekatan teori keputusan memandang pembuatan keputusan sebagai fungsi utama administrasi. Semula pendekatan ini hanya membahas dan melakukan evaluasi terhadap alternatif-alternatif dalam memilih tindakan yang akan diambil, tetapi kemudian pendekatan ini juga mengkaji semua aktivitas organisasi.

Administrasi Niaga

Menurut Prof. Dr. MR. S. Prajudi Admosudidjo dalam bukunya yang berjudul “Administrasi Niaga atau Business Administration” adalah suatu pengertian yang mencakup dua pengertian menjadi satu, yaitu :

  • Administrsi Niaga adalah adminitrasi dari pada suatu organisasi niaga secara keseluruhan, bilamana organisasi niaga tersebut merupakan perusahaan, maka administrasi niaga tersebut dijalankan oleh Direksi dari pada perusahaan.
  • Administrasi Niaga adalah administrasi yang mengejar tercapainya tujuan-tujuan yang bersifat keniagaan (business objective), dalam pengertian ini, administrasi niaga tersebut dijalnkan oleh setiap manager dalam suatu organisasi niaga.

Dari uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Administrsi Niaga adalah proses kerjasama dari kelompok orang untuk mencapai keuntungan / laba yang sebesar-besarnya.

Perkembangan Administrasi

  • Sebagai Seni

Perkembangan Administrasi sebagai seni dapat dibagi dalam dua fase yaitu:

Fase Prasejarah (dapat dilihat dari beberapa peradaban)

  • Mesopotamia

Mesopotamia telah menjalankan beberapa prinsip administrasi dan eksekutif terutama di bidang pemerintahan, pertukaran, surat-menyurat, transportasi (transportasi sungai) dan telah menggunakan logam sebagai mekanisme perdagangan, alat ukur dan komputasi yang tentu saja memfasilitasi pertukaran.

  • Babilonia

Telah menerapkan administrasi di bidang pemerintahan, pertukaran, surat menyurat, transportasi. Sistem administrator di bidang inovasi juga telah berhasil dengan taman dependen. Dalam Code Of Hammurabi aturan administratif dibuat, pentingnya gaya perintis yang menarik, dalam pembangunan puncak 650 Kaki Babel, tampak bahwa struktur Magnificent dibangkitkan, penciptaan dan kontrol stok digunakan.

  • Mesir

Sistem desentralisasi dan penggunaan staf penasehat pada tahun 2000 SM, peninggalan sejarah sebagai Paramida yang diperkirakan mencapai 100.000 individu untuk beberapa waktu, pekerjaan ini membutuhkan sistem administrasi yang solid

  • Cina

Sekitar 1100 SM Cina telah memahami persyaratan untuk mengatur, menyusun, kepemimpinan dan pengawasan. Melalui pertemuan dengan adm dinas umum Cina kuno dan Chow, yang juga menjabat sebagai pemimpin tertinggi negara, berhasil membuat apa yang disebut Konstitusi Chow.

  • Romawi

Dipelopori oleh Cicero dalam buku “de officis” dan “de Legibus” (Hukum) masuk akal tentang pemerintah Romawi yang berhasil mengelola dan mengendalikan wilayah yang sangat besar dengan membagi tugas-tugas pemerintahan menjadi departemen yang disebut “Mangitrates” yang dipimpin oleh seorang hakim. Selain itu, ada pengurus perhubungan, pengurus ketetapan pajak. Oleh deocletian, struktur domain dikoordinasikan dan dipisahkan menjadi 100 Provinsi.

  • Gereja katolik

Mempunyai sumbangan besar terhadap pemikiran adm melalui praktek adm terutama dalam organisasi 1000 tahun yang lalu, memberi kontribusi dalam hal Hirarki otoritas, spesialisasi aktivitas sepanjang garis fungsional dan konsep staf.

  • Nicolo Machiaveli

Adalah orang yang berkontribusi secara independen pada peningkatan pemikiran administrasi dan dewan, yang dibawa ke dunia pada tahun 1469, dia membuat analisis sistematis dari pekerjaan Pangeran (direktur) dan darinya mengembangkan prinsip-prinsip fungsional yang digunakan saat ini seperti 500 bertahun-tahun lalu. Dalam The Prince and the Disources, Machiaveli 4 prinsip kepemimpinan, secara spesifik:

  1. Pentingnya Relying upon mass consent.
  2. Otoritas prince adm pemimpin datang dari adm yang diberikan oleh bawahan.
  3. Tak seorangpun menjadi pimpinan tanpa disetujui pengikut.
  4. Pemimpin harus Stive for cohesiveness dalam organisasi.
  • Sebagai Ilmu

Pengalaman dan Penelitian Hennry Fayol dalam Mengembangkan lmu Administrasi

    1. Upaya yang dilakukan oleh Henry Fayol dalam usaha menyelamatkan industri pertambangan yang mengalami kemunduran.
    2. Alasan diperlukan latihan dan teori Administrasi, serta upaya yang dilakukan oleh Henry Fayol untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
    3. Alasan diperlukan pengajaran Administrasi yang bersitat umum, menurut Henry Fayol.
    4. Alasan Henry Fayol menganjurkan latihan Administrasi bagi jabatan pimpinan.
    5. Upaya yang dianjurkan oleh Henry Fayol untuk mengembangkan teori administrasi.
See also  Simak Berikut mengenai Perbedaan etika dan hukum

Hasil Penelitian Henry Fayol

  1. Ada 6 kegiatan dari suatu badan usaha, dimana administrasi merupakan bagian dari kegiatan itu
  2. Adanya unsur-unsur administrasi, sebagai pedoman kegiatan dari suatu badan usaha
  3. Fayol menerapkan 14 prinsip-prinsip umum dari Administrasi
  4. Teori Administrasi yang lain, misalnya.
    • One head for one body
    • Many brains to help
    • Unity of comnand and unity of direction ,
  5. Teori komunikasi yang diperkenalkan oleh Fayol yang disebut Jalan Pintas” (the gangplank)

Pengalaman dan Penelitian F.W Taylor dalam Mengembangkan Ilmu Administrasi Manajemen

Pengalaman dan Penelitian F.W. Taylor untuk meningkatkan produktivitas kerja para Pekerja di Perusahaan Baja Midvale dan Bethlehem. Berdasarkan pelaksanaan pekerjaannya selama di Midvale Steel Company, dalam waktu yang cukup lama ia telah meningkat dari pekerja standar, Chief Worker, Worker Superintendent, Chief Mechanic, Chief Planner hingga ia menempati posisi yang lebih tinggi sebagai Engineer/Engineer di Midvale. Perusahaan. .

Karena kesuksesannya, ia diminta untuk membenahi Perusahaan Baja Betlehem yang sedang terpuruk. Berdasarkan ketekunannya, ia siap menyelamatkan Perusahaan dari kebangkrutan dengan sukses.

Kedudukan Administrasi

Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai macam kebutuhan, yaitu kebutuhan akan tempat tinggal, pangan, sandang dan lain-lain yang biasa disebut dengan kebutuhan pokok atau basic needs. untuk memiliki pilihan untuk mengatasi masalah ini apa yang merupakan kebutuhan esensial atau kebutuhan sekunder.

individu perlu bekerja dengan tindakan nyata, upaya sendiri atau sebagai tim dengan tindakan nyata, dengan tindakan nyata, kebutuhan itu berubah menjadi tujuan. pelaksanaan upaya yang menyenangkan dalam mencapai tujuannya.

Proses pelaksanaan ini disebut administrasi dan dalam masyarakat modern yang sedang berkembang, semakin penting tujuan yang ingin dan perlu dicapainya, semakin baik dan tepat administrasi yang harus dikoordinasikan, oleh karena itu semakin penting kedudukan administrasi sebagai kegiatan untuk mencapai tujuan ini juga semakin penting. itu. posisi administratif yang penting di negara yang sedang berkembang, terutama untuk negara yang sedang berkembang.

yang akan disumbangkan oleh administrasi untuk pengalaman di bidang apa pun telah menunjukkan kepada negara-negara ini bahwa masalah kemajuan publik tidak hanya terfokus pada modal yang cukup, sumber daya alam dan sumber daya bumi yang berlimpah, pekerjaan manusia yang berlebihan, tetapi pekerjaan yang benar-benar diperlukan. /posisi administrasi.

administrasi merupakan modal yang sangat penting bagi negara-negara tersebut untuk menyelesaikan tugas-tugas dalam mencapai tujuan, terutama standar dasar administrasi adalah efektivitas kerja, menyiratkan bahwa manusia perlu mencapai hasil yang paling ekstrem atau terbaik melalui melakukan pekerjaan atau upaya yang paling mendasar atau paling ringan dalam mencapai tujuan. .

yang telah diselesaikan sebelumnya, selain administrasi penting bagi suatu negara, administrasi juga penting untuk badan atau organisasi perusahaan dan industri serta untuk lembaga-lembaga seperti lembaga hukum, penjara, bahkan pemberontak dan orang mati membutuhkan administrasi, sehingga dapat dikatakan bahwa dimana ada kegiatan individu – individu yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan bersama maka ada administrasi.

G. Hubungan dan Kaitan antara Administrasi, Organisasi dan ManajemenPersamaan dan Perbedaan antara Adiministrasi dan Manajemen

  1. Penilaian yang menyatakan bahwa administrasi sama dengan eksekutif. Sebagaimana penilaian yang diungkapkan oleh PBB bahwa kedua istilah tersebut digunakan secara sinonim, dimana administrasi secara luas digunakan dalam bidang administrasi negara, sedangkan eksekutif umumnya digunakan dalam bidang administrasi bisnis (swasta) dan administrasi bisnis (negara).
  2. Penilaian yang menyatakan bahwa administrasi berbeda dengan eksekutif. Khususnya dalam bidang ketatanegaraan, penyelenggaraan pemerintahan diselesaikan oleh Presiden dan para Menteri sebagai pembuat strategi dalam rangka pencapaian tujuan negara. Sementara itu, dewan berkewajiban untuk melaksanakan kebijakan ini. Manajer bertanggung jawab untuk melaksanakannya menuju pencapaian tujuan ini.
  3. Hubungan dan Kaitan antara Administrasi, Organisasi dan Manajemen
  4. Pendapat tentang administrasi yang terdiri atas organisasi dan manajemen.
  5. Berdasarkan pendapat tersebut, administrasi mempunyai arti yang lebih luas daripada manajemen.
  6. Administrasi sesuai dengan prosesnya ialah menentukan tujuan dan kebijaksanaan, sedangkan organisasi sebagai wadah untuk mencapai tujuan.
  7. Untuk merealisasikan tercapainya tujuan diperlukan manajemen.
  8. Sesuai dengan tingkat-tingkatnya, maka kemampuan manajemen (managerial skill) meliputi kemampuan konsepsional, kemampuan melakukan hubungan dengan manusia yang lain (human skill), dan kemampuan teknis (tecnical skill).
  9. Arti, definisi, ciri-ciri dan prinsip-prinsip organisasi, perbedaan sentralisasi dengan desentralisasi organisasi, dan organisasi formal dengan organisasi informal.
  10. Arti, definisi, dan proses atau fungsi manajemen, menurut: W.H. Newman, Luther Gulick, G. R. Terry, H. Koontz & O’Donnell, dan John F. Mee.